kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beleid e-commerce diharapkan rampung tahun ini


Jumat, 06 Maret 2015 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun suruhan sering digunakan sebagai obat bisul, luka bakar, rematik gout, asam urat, dan sakit ginjal.


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) mengharap beleid terkait pengaturan perdagangan elektronik atau e-commerce ini dapat terselesaikan pada tahun ini. Meski demikian, masih perlu pembenahan yang harus segera diselesaikan.

Menteri Perdagangan Rachmat Gbel bilang, salah satu yang pelu diperhatikan dalam implementasi e-commerce yang telah berjalan ini adalah terkait dengan perlindungan konsumen. "Ini yang masih mau kita bahas. Masih banyak yang harus kita lihat apa saja dampak e-commerce yang akan merugikan konsumen," kata Rachmat, Jumat (6/3).

Meski demikian, pihaknya tetap mendukung bila bisnis e-commerce di dalam negeri tetap berkembang. Menjamurnya perdagangan elektronik ini juga diharapkan tidak mematikan bisnis lokal, jangan sampai dengan keberadaan e-commerce ini membuat perdagangan fisik gulung tikar. 

Rachmat sendiri mengatakan, sebenarnya pertemuan yang dilakukan antar kementerian dan lembaga yang menangani e-commerce ini sudah sering dilakukan. Meski demikian, Rachmat mengharap dengan adanya koordinasi dari Menko Perekonomian, kebijakan e-commerce dapat segera terselesaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×