kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Benakat pacu produksi batubara dari anak usaha


Jumat, 05 Februari 2016 / 10:47 WIB
Benakat pacu produksi batubara dari anak usaha


Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kendati harga komoditas tambang tengah menukik, PT Benakat Integra Tbk (BIPI) optimistis bisa meraup penghasilan positif tahun ini. Salah satu sumbernya  dari anak usaha, PT Astrindo Mahakarya Indonesia. Anak usaha ini menargetkan bisa menaikkan 37% produksi batubara dari produksi tahun lalu. 

Astrindo yakin bisa memproduksi 96 juta ton batubara di 2016, naik 37,14% dari realisasi produksi tahun lalu yang tercatat hanya 70 juta ton. Produksi batubara tersebut merupakan hasil produksi anak usaha Astrido atau cucu usaha Benakat yakni PT Mitratama Perkasa dan PT Nusa Tambang Pratama.

Untuk minyak, Benakat lewat anak usahanya,  PT Benakat Oil Grup kini tengah mengerjakan pengeboran dan pekerjaan ulang dari proyek kerjasama operasi (KSO) PT Pertamina EP – PT Benakat Barat Petroleum di lapangan Benakat Barat. Mereka menargetkan bisa  memproduksi 1.625 barel minyak per hari (bph). 

Di tengah penurunan harga komoditas,  Remanja Dyah Intansuri, Sekretaris Perusahaan Benakat Integra memastikan bawha perusahaan ini berupaya untuk meraih cuan.  Sayang ia tak menyebut upaya perusahaan tersebut. Namun , "Kami yakin dengan upaya itu membuahkan hasil.  Salah satunya: Benakat Oil bisa mencapai target produksi harian 1.625 barel," katanya kepada KONTAN pada Kamis (04/02).

Meski target produksi minyak dan batubara sudah dilansir, Remanja menyebut manajemen perusahaan ini belum berani memasang target pendapatan perusahaan di tahun ini lantaran masih terus melakukan review.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×