Reporter: Ahmad Febrian, Leni Wandira | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) diharapkan menjadi angin segar bagi industri otomotif Eropa di Indonesia.
Implementasi penghapusan tarif impor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) dari 50% menjadi 0% dalam lima tahun ke depan sebagai peluang untuk memperkuat posisi di segmen kendaraan premium nasional.
Namun harapan sepertinya belum terwujud. Mercedes-Benz mencatat total penjualan ritel sekitar 1.277 unit pada 2025 untuk semua model premium merek tersebut.. Sebagai perbandingan, di 2024 penjualan produsen mobil yang berusia 140 tahun itu masih sekitar 2.200 unit.
Baca Juga: Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil Tahun 2026 Sebanyak 850.000 Unit
Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu menjadi salah satu faktor penjualan. "Konsumen memilih menunda pembelian," kata Donald, pekan ini.
'Meski begitu, ia optimistis, Mercedes-Benz tetap memiliki keunggulan tersendiri di pasar premium karena loyalitas dan hubungan emosional dengan konsumen. "Faktor ini bisa menjadi penopang bagi penjualan,” ujarnya.
Selanjutnya: Pengamat Nilai Pembiayaan Fintech Lending Berpotensi Tumbuh Tinggi pada 2026
Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













