kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Benarkah rokok elektrik bisa membuat lebih mudah berhenti merokok?


Sabtu, 12 Oktober 2019 / 08:00 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Dampak penggunaan rokok elektrik masih menjadi perbincangan hangat. Sebagian pihak menilai, rokok elektrik tak jauh beda bahayanya dengan rokok konvensional.

Sebagian lagi menilai, tingkat bahaya rokok elektrik lebih rendah, bahkan bisa menjadi alternatif untuk berhenti merokok.

Kali ini, giliran jurnal medis JAMA Internal Medicine yang mempublikasikan hasil penelitian lebih dari 5.000 perokok setiap hari selama rata-rata dua tahun di Perancis.

Baca Juga: Ternyata, tomat bisa mendongkrak kualitas sperma

Hasilnya, perokok dewasa yang menggunakan rokok elektrik memiliki tingkat keberhasilan menurunkan intensitas merokok serta peluang untuk berhenti sepenuhnya satu setengah kali lebih tinggi.

Temuan ini disebut dapat memicu diskusi tentang manfaat rokok elektrik dan bagaimana rokok elektrik bisa membantu perokok dewasa berhenti dari rokok konvensional.

Cuma memang, temuan lain dari penelitian tersebut mencatat bahwa meskipun perokok dapat berhasil berhenti merokok dengan bantuan rokok elektrik, mereka tetap memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari para tenaga profesional kesehatan untuk mencegah kecanduan dalam jangka panjang.

Dr. dr. Rosa Christiana Ginting, Betr.med, MHP, HIA, AAK, Pakar Kesehatan Publik dan Ketua Persatuan Ahli Jaminan Kesehatan Indonesia (PAMJAKI) berkomentar, riset dari JAMA Internal Medicine telah memberikan perspektif baru tentang perlunya kesadaran akan peran produk alternatif terhadap kesehatan.

Baca Juga: Orang sakit akibat rokok elektrik meningkat

"Ini mengarahkan kami untuk menyimpulkan perlunya dukungan dan dorongan yang terus-menerus dari pihak lain, termasuk para ahli kesehatan, untuk memantau perkembangan upaya seorang perokok untuk berhenti," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10).

Negara-negara di seluruh dunia juga mengamati dampak dari rokok elektrik melalui indikator berkurangnya jumlah perokok dan penurunan penjualan rokok.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×