kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.019   -120,00   -0,70%
  • IDX 7.227   256,19   3,68%
  • KOMPAS100 999   40,90   4,27%
  • LQ45 729   27,56   3,93%
  • ISSI 258   8,56   3,43%
  • IDX30 397   14,80   3,87%
  • IDXHIDIV20 485   13,66   2,90%
  • IDX80 112   4,42   4,09%
  • IDXV30 134   3,24   2,48%
  • IDXQ30 128   4,21   3,39%

Bendungan Tiga Dihaji gagal pakai skema PPP


Kamis, 30 November 2017 / 18:22 WIB
Bendungan Tiga Dihaji gagal pakai skema PPP


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Niat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melibatkan swasta dalam investasi Bendungan Tiga Dihaji, Pelambang nampaknya harus diurungkan.

Sebab, setelah dilakukan kajian, Bendungan yang ditaksir miliki nilai investasi senilai Rp 3,8 triliun tersebut tak menguntungkan.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso katakan, swasta mengurungkan niat berinvestasi lantaran Bendungan Tiga Dihaji merupakan bendungan multi fungsi.

Sementara swasta, kata Imam hanya tertarik dengan bendungan yang miliki revenue dari produksi listrik.

"Tadinya sudah ditawarkan ke Jepang, karena ada potensi listrik 22 MW, ternyata setelah dikaji tidak menguntungkan. Bendungan menguntungkan kalau revenue-nya hanya untuk listrik," kata Imam saat jumpa pers di Kementerian PUPR, Kamis (30/11).

Ia melanjutkan, Bendungan Tiga Dihaji sendiri miliki manfaat utama sebagai sumber irigasi. Selain itu ada pula fungsi sebagai pengendali banjir, dan penyedia air baku.

Lantaran punya fungsi banyak ini, kapasitas produksi listrik dari Bendungan Tiga Dihaji bisa berkurang. Dan oleh karenanya tak terlalu menguntungkan. "Selanjutnya akan kita lelang biasa saja, pakai APBN," sambung Imam.

Sebelumnya, Menteri PUPR klaim Bendungan Tiga Dihaji akan jadi bendungan pertama yang akan melibatkan investasi swasta melalui skema Public Private Partnership (PPP).

"Saya minta bendungan ini dilakukan value engineering karena mahal, terus dilakukan value engineering oleh Jepang. Dan swasta Jepang tertarik untuk berinvestasi," ujar Basuki, Rabu (29/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×