kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.342   76,00   0,44%
  • IDX 7.081   8,24   0,12%
  • KOMPAS100 956   1,41   0,15%
  • LQ45 684   1,21   0,18%
  • ISSI 255   -0,15   -0,06%
  • IDX30 380   1,14   0,30%
  • IDXHIDIV20 465   1,85   0,40%
  • IDX80 107   0,15   0,14%
  • IDXV30 136   0,74   0,55%
  • IDXQ30 121   0,45   0,38%

Berkat Lebaran, Pendapatan Sektor Jalan Tol META Naik 7% di Kuartal I-2026


Rabu, 29 April 2026 / 11:09 WIB
Berkat Lebaran, Pendapatan Sektor Jalan Tol META Naik 7% di Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Jalan tol BSD - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) (Dok/META)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) turut menadah berkah dari momentum Idulfitri atau Lebaran pada kuartal I-2026 lalu.

Indah D. P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR META menjelaskan, arus mudik dan balik Lebaran 2026 memberikan dampak musiman terhadap pola lalu lintas META pada Maret 2026.

Ia membeberkan, pendapatan tol konsolidasi anak usaha META di sektor jalan tol, PT Margautama Nusantara (MUN) mencapai sekitar Rp 206,6 miliar pada kuartal pertama tahun ini, atau naik di kisaran 7% year-on-year (yoy).

Baca Juga: RSA: Kecelakaan Bekasi Timur Sinyal Pemerintah Gagal Beri Perlindungan Berlapis

"Kinerja kuartal I-2026 META secara keseluruhan tetap terjaga, baik dari EBITDA maupun arus kas kuartal operasional perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Selasa (28/4/2026).

Meski demikian, jika dilihat lebih luas, Indah bilang momentum Lebaran tak menjadi kontributor utama terhadap pendapatan tahunan. Alih-alih, momentum musiman ini dilihat sebagai redistribusi trafik antar periode. 

Sebab, manajemen META menilai fundamental pendapatan tahunan lebih ditentukan oleh tren ekonomi makro, dinamika tarif, hingga kebijakan mobilitas (work from home/WFH), dibandingkan satu periode musiman seperti Lebaran.

Sepanjang tahun ini, di sektor jalan tol, META berfokus menjaga standar pelayanan minimum (SPM) serta meningkatkan pengalaman pengguna. Upaya ini dilakukan melalui kampanye seperti #TolnyaMakassar untuk mendorong trafik, serta pengembangan aplikasi Nusantara Infrastructure Toll Apps (NITA) dengan informasi real-time dan penawaran promo yang lebih relevan.

Baca Juga: KAI Batalkan 8 Perjalanan Kereta Jarak Jauh Imbas Kecelakaan di Bekasi Timur

Indah menambahkan, pihaknya mencermati prospek industri jalan tol tahun ini tetap resilien, meski lebih selektif. Industri ini, katanya, kini memiliki karakteristik pertumbuhan moderat dan fokus pada efisiensi alih-alih ekspansi agresif.

"Strategi utama difokuskan pada keberlanjutan disiplin biaya dan belanja modal," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×