kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bersaing dengan Kereta Cepat Whoosh, Ini Strategi Weha Transporasi (WEHA)


Kamis, 01 Februari 2024 / 13:22 WIB
Bersaing dengan Kereta Cepat Whoosh, Ini Strategi Weha Transporasi (WEHA)
ILUSTRASI. PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) melihat adanya dampak dari kehadiran moda transportasi Whoosh.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten transportasi, PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) melihat adanya dampak dari kehadiran moda transportasi Whoosh. 

Belum lama ini, KCIC mengumumkan akan menerapkan skema dynamic pricing atau tarif dinamis untuk perjalanan Kereta Cepat Whoosh yang lebih fleksibel mulai keberangkatan 3 Februari 2024.

Dengan penggunaan skema baru ini tarif Whoosh kelas Premium Economy akan berkisar Rp150.000, Rp175.000, Rp200.000, Rp225.000, hingga Rp250.000.

Baca Juga: Weha Transportasi (WEHA) Mengincar Pertumbuhan Bisnis 40%

Andrianto Putera Tirtawisata, Direktur Utama WEHA mengatakan harirnya Whoosh tentunya akan melengkapi moda transportasi yang ada di dalam negeri. Sedikit banyak penurunan harga tiket Woosh ke Rp 150.000 menurutnya mungkin akan berdampak terhadap bisnis intercity shuttle kami terhadap rute Jakarta - Bandung 

"Karena tarif shuttle Jakarta - Bandung kami berkisaran dari Rp 80.000 - Rp 120.000 akan tetapi kami melihat kehadiran Woosh ini harusnya akan meningkatkan besaran kue pasar untuk Jakarta - Bandung, sehingga kami punya kesempatan untuk merebut pasar baru ini juga," ujar Andrianto kepada KONTAN, Kamis (1/2). 

 


Bila dilihat dari rute Jakarta - Bandung, ia mengatakan mungkin counter-counter WEHA yang dekat Whoosh memang akan terdampak oleh turunnya permintaan. 

"Tetapi kami juga punya counter-counter lain yang posisinya jauh dari stasiun Whoosh. Selain itu WEHA juga salah satu intercity shuttle yang sudah beroperasi di seluruh Jawa. Sehingga rute-rute kami sudah cukup terdiversifikasi, jadi mungkin diperkirakan operasi bisnis intercity shuttle yang ada di Jawa Tengah dan di Jawa Timur akan tumbuh jauh lebih tinggi di banding rute Jakarta - Bandung," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×