kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.133.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bersiap Masuk Musim El Nino, Mendag: Jangan Kaget Harga Pangan Naik


Jumat, 19 Mei 2023 / 06:56 WIB
Bersiap Masuk Musim El Nino, Mendag: Jangan Kaget Harga Pangan Naik
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) meminta masyarakat untuk bersiap menghadapi musim El Nino. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LAMPUNG. Masyarakat diminta untuk bersiap menghadapi musim El Nino. Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas). 

Menurutnya musim El Nino ini akan berpengaruh terhadap produksi bahan pangan dan harga di pasaran. 

"Saya infokan, sekarang masuk musim El Nino, di India panasnya luar biasa," kata Mendag Zulhas saat melawat ke Tulang Bawang Barat, Lampung, Kamis (18/5/2023). 

Dia mengungkapkan dengan cuaca ekstrem seperti El Nino ini, akan berpengaruh pada produksi bahan pangan di Indonesia dan Asia pada umumnya. Produksi bahan pangan ini diprediksi akan menurun secara signifikan. 

"Bawang putih di Tiongkok harganya sudah dua kali lipat dibandingkan harga normal," kata Zulhas. 

Jangan kaget harga pangan naik 

Dengan demikian, maka dipastikan hukum pasar akan berlaku yakni pasokan menurun membuat harga meningkat. 

"Mungkin harga akan meningkat, jadi masyarakat jangan kaget," kata Zulhas. 

Mendag Zulhas mengatakan Kementerian Perdagangan akan mencari jalan supaya berkurangnya pasokan bahan pangan ini tidak terlalu berpengaruh pada kenaikan harga. 

Baca Juga: Misi Dagang ke Mesir, Mendag: Pengusaha Indonesia & Mesir Komitmen Perkuat Kemitraan

Beruntung, kata Zulhas, kondisi cuaca di Benua Amerika tidak seekstrem di Asia. Sehingga, ada beberapa komoditi impor yang tidak akan mengalami kenaikan harga. 

"Di Amerika tidak (El Nino) harga gandum dan kedelai stabil," kata Zulhas. 

Dampak El Nino ke sektor pangan dan pertanian RI 

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui website resminya menjelaskan, El Nino adalah fenomena alami yang terjadi ketika suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur menjadi lebih hangat dari biasanya. 

Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca global yang dapat berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. 

Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.

Dalam sektor pertanian, El Nino dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani. 

Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Tanda Tangani MoU Bentuk Joint Trade Committee Indonesia–Mesir

Oleh karena itu, pemantauan dan pemahaman yang baik tentang El Nino sangat penting agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penyesuaian yang tepat untuk mengurangi dampaknya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×