Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) mencatatkan peningkatan signifikan dalam penjualan lahan industri hingga semester I-2026.
Pendapatan dari penjualan lahan industri BEST mencapai sekitar Rp265 miliar pada periode tersebut, melonjak dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar Rp2 miliar.
Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST Rika Mandasari mengatakan, penjualan lahan industri pada semester I-2026 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.
“Realisasi penjualan tahun ini di dorong oleh sektor F&B, otomotif, dan sektor lainnya,” ungkap Rika, kepada Kontan.co.id, Sabtu (8/8/2026).
Meski kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan, BEST tetap melihat peluang investasi di kawasan industri masih cukup baik.
Baca Juga: BEST Optimistis Prospek Bisnis Gudang Logistik Tetap Cerah hingga Akhir 2026
Karena itu, perusahaan optimistis dapat mencatatkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun, BEST masih akan mengoptimalkan pipeline yang sedang berjalan sembari memantau perkembangan kondisi pasar.
“Kami akan terus memonitor perkembangan kondisi pasar hingga akhir tahun. Namun untuk saat ini, Perseroan masih berfokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan dengan mengoptimalkan pipeline yang sedang berjalan serta menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi permintaan, pipeline BEST saat ini masih berasal dari sejumlah sektor industri yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan positif.
Baca Juga: BEST Bidik Pertumbuhan Moderat pada 2026, Permintaan Lahan Industri Capai 72 Hektare
Sektor tersebut antara lain data center, logistik dan pergudangan, termasuk cold storage, packaging, makanan dan minuman (F&B), serta sektor manufaktur lainnya.
“Pipeline Perseroan saat ini masih didominasi oleh sektor data center, logistik dan pergudangan (cold storage), packaging, makanan dan minuman (F&B), serta beberapa sektor manufaktur lainnya yang masih memiliki prospek pertumbuhan positif baik dari tenant existing maupun tenant baru," jelas Rika.
Dari sisi asal investor, permintaan investasi di kawasan industri MM2100 masih datang baik dari investor domestik maupun asing.
Untuk investor asing, BEST melihat minat yang cukup baik dari Singapura, Jepang, serta sejumlah negara Asia lainnya.
“Keberagaman asal investor tersebut menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya kawasan industri MM2100, masih memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi berkat lokasi yang strategis, ekosistem industri yang matang, serta dukungan infrastruktur dan utilitas yang lengkap,” pungkasnya.
Baca Juga: Okupansi Gudang Logistik Bekasi Fajar (BEST) Capai 100% pada Kuartal I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
