kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bhinneka punya strategi jitu hadapi persaingan bisnis


Selasa, 08 Januari 2019 / 15:33 WIB
Bhinneka punya strategi jitu hadapi persaingan bisnis


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemain e-commerce di Indonesia terus bertumbuh, PT Bhinneka Mentari Dimensi atau yang lebih dikenal Bhinneka memilih meyasar segmen Business to Government (B2G), Bussines to Business (B to B), dan Business to Consumer (B2C).

Hendrik Tio, CEO & Founder Bhinneka menjelaskan untuk bertahan di tengah gempuran e-commerce besar yang ada di Indonesia, perusahaan berupaya dengan melihat peluang dari target pasar yang lainnya. Ia menceritakan saat 2011 ada permintaan dari pelanggan dari sektor korporasi yang memintanya untuk membuat layanan khusus. "Nah, dari situ kami melihat adanya peluang," ujarnya di Jakarta, Senin (8/1).

Akhirnya Bhinneka pun membuat website khusus untuk para pelanggan untuk segmen pasar B2B dengan membuat website b2b.id. Selain itu pada 2012 perusahaan juga ditunjuk pada untuk menjadi pemasok dari e-katalog LKPP milik pemerintah.

Dari situ, akhirnya perusahaan berfokus menggarap pasar B2G dan B2B. Dengan strategi tersebut pula, Hendrik mengklaim nilai transaski pada 2015 tembus Rp 1 triliun.

Untuk terus mencatatkan pertumbuhan, strategi lain yang diterapkan perusahaan dengan membuka gerai offline. Adapun saat ini perusahaan telah memiliki 8 gerai offline. Sedangkan di tahun ini perusahaan menargetkan akan menambah 5 gerai yang berlokasi di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.

Namun, ia menegaskan untuk pembukaan gerai offline tersebut untuk marketing dan menangkap pasar di suatu lokasi. "Jadi kami membuka di tempat tersebut itu juga karena dari pelanggan kami yang berada di sana meminta dibuka gerai offline," jelasnya.

Vensia Tjhin, Chief Omnichannel Officer Bhinneka menambahkan bahwa dengan banyaknya pemain e-commerce di Indonesia, Bhinneka sendiri tidak melihatnya sebagai kompetitor, melainkan sebagai rekan. "Jadi untuk mengimplementasikan visi omnichannel kami berupaya hadir di seluruh e-commerce," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×