kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BI: Belanja online bisa dongrak ekonomi tumbuh 7%


Rabu, 09 Agustus 2017 / 16:57 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, revolusi digital merupakan revolusi keempat yang juga melanda Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan perusahaan-perusahaan startup berbasis digital, baik e-commerce, moda pembayaran, maupun pembiayaan.

Agus mengatakan, data Statista tahun 2016 menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet yang berbelanja secara online di Tanah Air di tahun lalu mencapai 24,74 juta orang. Setiap pengguna e-commerce di Indonesia rata-rata membelanjakan Rp 3 juta per tahun.

"Dalam setahun terakhir, para pengguna internet tersebut telah membelanjakan uang sekitar US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 75 triliun di berbagai e-commerce," kata Agus dalam acara Seminar Nasional Big Data di Gedung BI, Rabu (9/8).

Tak hanya itu, berdasarkan data itu pula, jumlah perusahaan penyedia jasa teknologi keuangan alias financial technology (fintech) tumbuh 78% selama 2015-2016.

Lebih lanjut menurut Agus, aktivitas belanja online yang tinggi tersebut sejalan dengan aktifnya orang Indonesia di berbagai media sosial. Bahkan lanjut dia, Jakarta dikenal sebagai Twitter capital of the world.

Agus mengatakan, jika revolusi digital ini dimanfaatkan dengan baik maka Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yaitu mencapai 7% per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×