CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

BI: Belanja online bisa dongrak ekonomi tumbuh 7%


Rabu, 09 Agustus 2017 / 16:57 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, revolusi digital merupakan revolusi keempat yang juga melanda Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan perusahaan-perusahaan startup berbasis digital, baik e-commerce, moda pembayaran, maupun pembiayaan.

Agus mengatakan, data Statista tahun 2016 menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet yang berbelanja secara online di Tanah Air di tahun lalu mencapai 24,74 juta orang. Setiap pengguna e-commerce di Indonesia rata-rata membelanjakan Rp 3 juta per tahun.

"Dalam setahun terakhir, para pengguna internet tersebut telah membelanjakan uang sekitar US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 75 triliun di berbagai e-commerce," kata Agus dalam acara Seminar Nasional Big Data di Gedung BI, Rabu (9/8).

Tak hanya itu, berdasarkan data itu pula, jumlah perusahaan penyedia jasa teknologi keuangan alias financial technology (fintech) tumbuh 78% selama 2015-2016.

Lebih lanjut menurut Agus, aktivitas belanja online yang tinggi tersebut sejalan dengan aktifnya orang Indonesia di berbagai media sosial. Bahkan lanjut dia, Jakarta dikenal sebagai Twitter capital of the world.

Agus mengatakan, jika revolusi digital ini dimanfaatkan dengan baik maka Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yaitu mencapai 7% per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×