CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.282   50,67   0,81%
  • KOMPAS100 830   7,19   0,87%
  • LQ45 632   4,56   0,73%
  • ISSI 217   2,24   1,05%
  • IDX30 356   1,94   0,55%
  • IDXHIDIV20 442   2,20   0,50%
  • IDX80 95   0,72   0,77%
  • IDXV30 118   0,40   0,34%
  • IDXQ30 115   0,59   0,51%

Isuzu Investasi Rp 2 Triliun untuk Perkuat Kapasitas Pabrik Karawang


Senin, 20 Juli 2026 / 18:41 WIB
Diperbarui Senin, 20 Juli 2026 / 21:41 WIB
Isuzu Investasi Rp 2 Triliun untuk Perkuat Kapasitas Pabrik Karawang
ILUSTRASI. Isuzu Investasi Rp 2 Triliun untuk Perkuat Kapasitas Pabrik Karawang (KONTAN/Prayogi Ikhrawinata)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - KARAWANG. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terus memperkuat kapasitas manufakturnya melalui investasi sekitar Rp 2 triliun di Isuzu Karawang Plant, Jawa Barat. Investasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas produksi, pembelian lahan, hingga peningkatan otomatisasi pabrik guna meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.

Manajemen PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjelaskan, investasi tersebut telah dilakukan sejak pembangunan pabrik pada 2013 hingga mulai beroperasi pada 2015. Setelah pabrik beroperasi, perusahaan tetap mengalokasikan investasi secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan produksi dan mengikuti perkembangan teknologi manufaktur.

“Total investasi sekitar Rp 2 triliun, termasuk pembelian lahan dan pembangunan pabrik. Setelah itu kami tetap melakukan investasi setiap tahun untuk meningkatkan otomatisasi dan efisiensi proses produksi,” ujar manajemen IAMI dalam sesi konferensi pers di Karawang, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Isuzu Rayakan Pencapaian Produksi 300.000 Unit di Karawang

Menurut manajemen IAMI, investasi lanjutan difokuskan pada peningkatan otomatisasi di lini produksi, seperti penggunaan robot untuk proses pengelasan (welding), pemindahan komponen (handling), hingga penyempurnaan berbagai fasilitas produksi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas kendaraan yang dihasilkan.

Saat ini, tingkat otomatisasi di Isuzu Karawang Plant telah mencapai sekitar 27%. Ke depan, perusahaan akan terus menambah pemanfaatan teknologi otomatisasi guna meningkatkan efisiensi operasional.

“Tujuannya bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung aspek keselamatan kerja, ergonomi pekerja, serta target lingkungan perusahaan,” jelas manajemen IAMI.

Investasi tersebut juga menjadi salah satu fondasi bagi Isuzu dalam mencapai tonggak produksi kendaraan ke-300.000 di Karawang. Pabrik yang mulai beroperasi pada 2015 itu kini menjadi pusat produksi kendaraan komersial Isuzu, mulai dari Traga, ELF, hingga GIGA untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Selain melayani pasar dalam negeri, Isuzu Karawang Plant juga berperan sebagai basis ekspor kendaraan Isuzu. Hingga pertengahan 2026, pabrik tersebut telah mengirimkan sekitar 40.500 unit kendaraan ke 25 negara, terutama di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Amerika Tengah.

Baca Juga: Isuzu: Minat Kendaraan Niaga Tak Terdampak Signifikan Meski Harga BBM Naik

Manajemen IAMI menilai, kemampuan pabrik di Karawang terus mendapat pengakuan dari prinsipal Isuzu, karena mampu memenuhi standar kualitas, biaya produksi, dan ketepatan pengiriman yang diterapkan secara global. Hal tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu basis produksi kendaraan komersial Isuzu di kawasan.

Di sisi lain, perusahaan juga terus meningkatkan penggunaan komponen lokal sebagai bagian dari penguatan industri otomotif nasional. Saat ini, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Isuzu Traga mencapai 46,45%, Isuzu ELF sebesar 33,04%, dan Isuzu GIGA sebesar 38,07%.

Ke depan, IAMI akan melanjutkan investasi untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi seiring dengan prospek pertumbuhan pasar kendaraan komersial. Perusahaan juga akan terus memperkuat lokalisasi komponen dan pemanfaatan teknologi manufaktur agar mampu meningkatkan daya saing produk Isuzu di pasar domestik maupun ekspor.

Baca Juga: Penjualan Isuzu Tumbuh 13,9% di Tengah Pelemahan Rupiah, Harga Mobil Belum Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×