kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI checking masih menjadi kendala penjualan hunian MBR


Senin, 06 Agustus 2018 / 15:44 WIB
BI checking masih menjadi kendala penjualan hunian MBR
ILUSTRASI. Rumah Bersubsidi


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Agung Jatmiko

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Penjualan rumah hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memang tak semudah yang dibayangkan, kendati permintaanya sangat besar namun nyatanya pengembang juga kesulitan. Hal ini salah satunya adalah harusnya calon pelanggan melewati BI checking untuk persetujuan pengajuan cicilan.

Asmat Amin, Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) menyampaikan bahwa saat ini banyak pengembang terkendala terkait permasalahan BI checking. Selain itu, pengembang juga dihadapkan dengan harga lahan yang semakin tinggi untuk pengembangan hunian MBR.

“Kalau demand itu besar sekali karena back log kita itu 11-12 juta dan setiap tahun kebutuhan rumah 800.000 unit hingga 1 juta, rata-rata itu 90%-nya untuk MBR. Pendapatan perkapita US$ 3.500 setahun ya rata-rata Rp 3,8 juta per bulan ya artinya mereka bisa mecicil sepertinyanya sekitar 1,2 jutaan,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (6/8).

Hanya saja saat ini jumlah pengajuan yang ditolak juga besar, hal ini karena tak lolos BI checking hal ini yang cukup merisaukan pengembang. Hal ini yang menurutnya membuat demand dan supply rumah hunian belum bisa seimbang selain tantangan dalam pembangunan juga ada sedikit kesulitan dalam penjualan.

Harry Endang Kawidjaja, Ketua Umum Apersi yang juga merupakan Chief Executive Officer (CEO) Delta Group menyampaikan pasar properti sempat mengalami penurunan pada bulan April dan Mei tahun ini pasca adanya ketentuan mengenai verifikasi. Sedangkan terkait BI checking, ia mengungkapkan bahwa memang rata-rata penolakan masih tinggi.

“April dan Mei (penjualan) drop sekitar 20%-30%, kalau harga cukup secara umum. BI checking memang 20% rata-rata didrop atau gagal karena ada masalah call,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×