kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.343   77,00   0,45%
  • IDX 7.086   13,12   0,19%
  • KOMPAS100 957   2,18   0,23%
  • LQ45 684   2,14   0,31%
  • ISSI 255   -0,21   -0,08%
  • IDX30 380   1,52   0,40%
  • IDXHIDIV20 466   2,71   0,59%
  • IDX80 107   0,24   0,23%
  • IDXV30 136   0,80   0,60%
  • IDXQ30 121   0,60   0,49%

Biaya Keberlanjutan Ternyata Bukan Beban, Justru Bikin Perusahaan Efisien


Rabu, 29 April 2026 / 09:48 WIB
Biaya Keberlanjutan Ternyata Bukan Beban, Justru Bikin Perusahaan Efisien
ILUSTRASI. KG Lestari (KG Lestari/KG Lestari)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - Beberapa Perusahaan di Indonesia membuktikan kalau inisiatif keberlanjutan tidak semestinya jadi beban biaya. Keberlanjutan justru jadi bumerang untuk strategi efisiensi operasional yang terukur. Hal ini terlihat dari pemenang Lestari Awards 2025 yang dibahas Lestari Forum, Kamis (9/4), di Jakarta. 
Anggota Dewan Pengawas Indonesia Society of Sustainability Professionals (IS2P), Sony Sukada, menegaskan bahwa pendekatan keberlanjutan yang bersifat simbolis tidak lagi relevan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan dituntut memastikan setiap inisiatif, termasuk keberlanjutan, mampu memberikan nilai tambah terhadap operasional dan kinerja bisnis. “Pendekatan yang bersifat simbolis tidak lagi relevan di tengah kebutuhan akan dampak yang nyata dan terukur,” ujar Sony dalam keterangannya.

Misalnya, PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil memangkas waktu penyelesaian klaim maritim sampai 82% dengan platform digital berbasis kecerdasan buatan. Di sisi lain, penerapan teknologi Energy Saving Devices (ESDs) pada armada kapal mereka terbukti menekan konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Bisnis, Inisiatif Sustainability Tak Cukup Dengan Simbolik

Hal serupa ditunjukkan Schneider Electric Indonesia. Melalui Resource Efficiency Project dan Net-Zero Commitment Project, Perusahaan berhasil menekan limbah dan menurunkan emisi rantai pasok. Tidak berhenti di situ, Perusahaan mencatatkan penghematan biaya operasional di berbagai lini. Kolaborasi dengan pemasok berbasis standar ESG menjadi kunci dalam mewujudkan rantai pasok yang lebih bersih tanpa mengorbankan efisiensi.

PLN membuktikan hal serupa dengan dua program unggulannya: GELORA dan Transformasi SDM PLN Icon Plus. Pemantauan aktivitas fisik karyawan berbasis teknologi digital dan digitalisasi sistem Human Capital berujung pada peningkatan keterlibatan karyawan sekaligus efisiensi biaya kesehatan perusahaan.
Sementara itu, PT Sido Muncul hadir dengan Foster Farmer Program. Perusahaan ini menggandeng petani lokal dengan pendampingan, pelatihan, dan akses bibit unggul. Hasilnya kapasitas pasokan bahan baku herbal meningkat hingga 492 ton dari 15 komoditas pada 2024.

Berbagai praktik di atas menunjukkan bahwa keberlanjutan dan profitabilitas bukan dua hal yang bertolak belakang. Ketika dirancang dengan pendekatan yang tepat, inisiatif hijau justru dapat menjadi penggerak efisiensi dan daya saing jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×