kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bidik Pertumbuhan Kinerja pada 2026, ACES Perluas Jaringan dan Perkuat Omnichannel


Selasa, 17 Februari 2026 / 15:00 WIB
Bidik Pertumbuhan Kinerja pada 2026, ACES Perluas Jaringan dan Perkuat Omnichannel
ILUSTRASI. Salah satu gerak AZKO milik PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) (DOK/PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES))


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menyiapkan strategi pertumbuhan untuk meningkatkan kinerja sepanjang tahun ini. Manajemen menyebut, pihaknya akan tetap mengandalkan ekspansi gerai baru dengan mempertimbangkan karakteristik pasar di masing-masing wilayah.

Head of Corporate Communications & Sustainability, Aspirasi Hidup Indonesia, Melinda Pudjo, menyatakan tahun ini, Perusahaan tetap melanjutkan strategi pembukaan toko baru secara terukur dengan mempertimbangkan karakteristik pasar serta preferensi konsumen di masing-masing wilayah.

“Ke depan, Perusahaan berencana memperluas jaringan merek-merek ritelnya ke sejumlah wilayah potensial, khususnya di kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia, sejalan dengan strategi pengembangan jaringan ritel Perusahaan,” ungkap Melinda, kepada Kontan.co.id, pekan lalu. 

ACES juga melihat adanya perubahan pola belanja konsumen yang semakin rasional dan selektif. 

Baca Juga: Uji Produksi Perdana, Sumur Blok Rokan Catat Produksi 1.274 Barel per Hari

Untuk tetap relevan dengan kebutuhan tersebut sekaligus memperluas portofolio bisnis, Perusahaan menghadirkan NEKA sebagai merek ritel dengan penawaran yang lebih terjangkau.

Dengan demikian, perluasan segmentasi pasar juga didukung melalui kehadiran NEKA yang menjangkau berbagai wilayah baru khususnya luar pusat kota yang strategis, sebagai wujud pengembangan konsep ritel yang lebih inklusif.

“Secara lebih luas, strategi pertumbuhan tahun ini tetap difokuskan pada perluasan jangkauan pasar dan penguatan pengalaman belanja pelanggan,” tuturnya. 

Di sisi lain, Perusahaan juga terus mengoptimalkan layanan omnichannel untuk menghadirkan pengalaman belanja yang semakin seamless, sesuai dengan karakteristik dan preferensi pelanggan masa kini. 

Perusahaan secara konsisten juga melakukan rejuvenasi konsep toko guna meningkatkan produktivitas dan pengalaman berbelanja pelanggan di toko-toko eksisting. Upaya ini didukung oleh pengembangan dan kurasi produk yang relevan, serta diperkuat melalui berbagai inisiatif branding dan marketing untuk meningkatkan engagement dengan pelanggan. 

“Dengan tetap mencermati dinamika kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat, setiap langkah strategis akan dijalankan secara terukur dan berlandaskan prinsip kehati-hatian guna menjaga kinerja tetap stabil dan tumbuh lebih baik,” sebutnya. 

Memasuki 2026, perseroan juga mencermati sejumlah tantangan industri, antara lain daya beli masyarakat yang masih berfluktuasi, tingkat persaingan yang semakin kompetitif, serta perubahan kebutuhan perilaku konsumen yang terus berkembang. 

Untuk merespon hal tersebut, Perusahaan menyiapkan langkah strategis yang adaptif melalui pengelolaan operasional yang efisien, pengambilan keputusan yang prudent, serta konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan layanan. 

Di sisi lain, Perusahaan juga melihat prospek industri ritel nasional tetap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, didukung oleh kebutuhan konsumen yang terus berkembang, dan luasnya pasar Indonesia. 

“Perusahaan optimistis dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan yang lebih baik di tahun ini, selama tetap relevan dengan perubahan kebutuhan dan perilaku konsumen,” tandasnya. 

Adapun, terkait target kinerja keuangan 2026 dan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex), manajemen menyatakan akan menyampaikannya setelah laporan keuangan full year 2025 dirilis akhir Maret 2026.

Baca Juga: Trafik Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Naik 31,80% Saat Libur Imlek

Selanjutnya: Bangun Pusat Data AI di India, Konglomerat Adani Gelontorkan US$ 100 Miliar

Menarik Dibaca: Cara Berbagi dan Mengatur Keuangan di Tahun Kuda Api ala Blu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×