kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Agrinas Borong 105.000 Kendaraan Produksi India untuk Perkuat Logistik Desa


Selasa, 17 Februari 2026 / 15:57 WIB
Agrinas Borong 105.000 Kendaraan Produksi India untuk Perkuat Logistik Desa
ILUSTRASI. Tata Motors Hadir Di Indonesia (KONTAN/Muradi) Agrinas Palma Nusantara sepakati kontrak jumbo pengadaan lebih dari 105.000 kendaraan dengan Mahindra dan Tata Motors.


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Agrinas Pangan Nusantara, mengunci kontrak jumbo pengadaan lebih dari 105.000 kendaraan dengan dua raksasa otomotif India, Mahindra dan Tata Motors.

Pesanan ini disebut sebagai rekor ekspor terbesar sepanjang sejarah Mahindra serta order terbesar Tata Motors di Asia Tenggara.

Kontrak tersebut ditujukan untuk memperkuat logistik pedesaan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna menopang rantai pasok dan ketahanan pangan nasional.

Mahindra akan memasok 35.000 unit Scorpio Pik Up yang diproduksi di pabrik Nashik, India, dengan pengiriman mulai 2026. 

CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, mengatakan penempatan Scorpio Pik Up dalam proyek koperasi akan memperkuat fondasi logistik yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien.

Baca Juga: Industri Mamin Menuai Berkah Ramadan-Lebaran, Namun Daya Beli Konsumen Masih Tertekan

“Dengan menempatkan Scorpio Pik Up sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat fondasi logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar dengan lebih efisien,” ujar Gollagunta dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026). 

Ia juga menegaskan volume kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional Mahindra.

“Pik Up kami dirancang untuk beroperasi dalam kondisi yang keras sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin. Volume yang dialokasikan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami,” tambahnya.

Mahindra menyebut pesanan 35.000 unit tersebut melampaui total volume ekspor yang dicapai perseroan pada tahun fiskal 2025, sehingga kontrak dengan Agrinas menjadi tonggak penting ekspansi global mereka.

Di sisi lain, Tata Motors mengamankan pesanan 70.000 kendaraan komersial yang terdiri dari 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck. Seluruh unit akan disalurkan melalui anak usahanya di Indonesia, PT Tata Motors Distribusi Indonesia, sebelum diteruskan ke Agrinas.

Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyebut kontrak ini mencerminkan meningkatnya penerimaan kendaraan komersial India di pasar internasional.

“Pesanan ini mencerminkan penerimaan yang terus berlanjut terhadap kendaraan komersial India di pasar internasional dan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan mereka untuk beroperasi secara andal di berbagai kondisi,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026). 

Tata Motors juga menekankan bahwa proyek ini akan mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui penguatan konektivitas pedesaan, distribusi hasil panen, serta ketahanan ekonomi desa.

Secara operasional, armada ini dirancang untuk mengangkut hasil panen dari petani ke koperasi dan pasar. Mahindra menyebut kendaraan mereka telah disesuaikan untuk kebutuhan operasional koperasi, mulai dari jalan pedesaan yang kasar hingga jalur pertanian dengan efisiensi biaya operasional.

Langkah Agrinas mengimpor besar-besaran kendaraan komersial dari India menandai percepatan modernisasi rantai pasok pertanian. 

Di sisi lain, skala pengadaan yang menembus lebih dari seratus ribu unit juga memunculkan pertanyaan lanjutan mengenai transparansi nilai kontrak, sumber pembiayaan, serta dampaknya terhadap industri kendaraan niaga domestik yang telah memiliki kapasitas produksi di dalam negeri.

Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Kinerja pada 2026, ACES Perluas Jaringan dan Perkuat Omnichannel

Selanjutnya: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 18 Februari 2026, Waktunya Berbenah

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 18 Februari 2026, Waktunya Berbenah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×