kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bikin hanggar di Batam, Lion Air rogoh Rp 2,7 T


Jumat, 30 Agustus 2013 / 13:21 WIB
ILUSTRASI. Singapura menarik produk cokelat Kinder dari pasaran karena adanya kemungkinan bakteri salmonella.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

BATAM.  Maskapai Lion Air akan menginvestasikan senilai Rp 2,7 triliun atau setara US$ 250 juta untuk membangun pusat perawatan pesawat kedua di Batam. Pusat perawatan pesawat tersebut untuk mengantisipasi datangnya pesawat pesanan dari Airbus dan Boeing sebanyak 500 jet unit.

Rencananya, Lion Air akan membangun pusat perawatan tersebut di kota Batam, yang berjarak sekitar 20 kilometer saja dari Singapura. Jika tak ada aral melintang, pusat perawatan pesawat tersebut selesai dibangun tahun 2016 mendatang.

Romdani Adali Adang, presiden Lion Technic kepada Reuters bilang, fasilitas perawatan pesawat di Batam itu akan memiliki empat hangar yang bisa menampung pesawat berbadan lebar. Dari empat hanggar, dua hanggar rencananya selesai dibangun tahun ini dan sisanya akhir Juni 2014 mendatang.

Selain untuk perawatan, hanggar tersebut juga akan melayani pemeliharaan mesin, serta perbaikan dan pergantian suku cadang. Dengan adanya pusat perawatan ini, Lion Air menargetkan bisa menekan biaya logistik mereka di Singapura.

Saat ini, Lion Technic anak usaha Lion Air itu memiliki 2.500 pekerja, dan berencana untuk menambah 2.000 pekerja lagi saat fasilitas perawatan selesai dibangun tahun 2016 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×