kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Bikin tangki timbun CPO, PTPN VI gandeng Pelni


Senin, 18 Februari 2013 / 09:15 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Start Up e-commerce. KONTAN/Muradi/2016/07/12


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI menggandeng PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk membangun tangki penimbunan minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).

Sekretaris Perusahaan PTPN VI Benny Soebagia menuturkan, tangki timbun itu akan dibangun di kawasan Talang Duku, Sumatera Selatan. Rencananya, tangki tersebut untuk menampung produksi CPO dari perkebunan PTPN maupun petani. "Tujuannya, mempermudah proses bongkar muat CPO, dan efisiensi waktu. Saat ini, jumlah tangki penimbun masih belum memenuhi kebutuhan," katanya.

Sayang, Benny belum mau membeberkan besaran investasi untuk pembangunan tangki tersebut. Dia hanya bilang,  PTPN VI dan Pelni akan membangun sebanyak 10 tangki timbun, berkapasitas total 200 tandan buah segar (TBS).

Nantinya, PTPN akan menggunakan sistem sewa. Namun, kendala terbesar dalam pembangunan tangki adalah soal lahan. Maklum, dibutuhkan lahan lima hektare untuk membangun tangki timbun. Selain pembebasan lahan cukup sulit, harga lahan juga mahal. "Tapi akan kami kerjakan sesuai instruksi Kementrian Perdagangan," ucap Benny.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Khrisnamurti menyatakan, tangki timbun CPO dibutuhkan untuk menjaga supaya harga tidak jatuh. Dengan tangki timbun, petani dan pengusaha bisa menyimpan CPO ketika harga rendah, dan menjualnya ketika harga sedang tinggi.

Selain membangun tangki timbun, PTPN VI juga berencana membangun dua pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas masing-masing 30 ton-40 ton TBS per jam. Nilai investasinya mencapai Rp  180 miliar. Pabrik tersebut ditargetkan beroperasi akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×