kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bioskop tolak industri film dibuka 100% asing


Rabu, 17 Februari 2016 / 23:16 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

AKARTA. Para pengusaha bioskop yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) menolak industri film dibuka 100% untuk investor asing. Johny Syafrudin, Ketua GPBSI mengatakan penolakan tersebut didasarkannya pada beberapa alasan.
 
Pertama, perlindungan terhadap para investor lokal. Johny mengatakan, GPBSI khawatir kalau investasi di sektor perfilman dibuka sampai dengan 100%, pemain bisnis film lokal kalah saing.
 
“Investasi iya masuk, dapat kerja iya tapi jangan lupa dengan itu nanti kita hanya akan menjadi jongos, bangsa hanya akan jadi pekerja film, bukan pemilik usahanya,” katanya dalam Rapad Dengar Pendapat Umum dengan Komisi X DPR Rabu (17/2).
 
Kedua, penolakan juga dilakukan karena pembukaan karena investasi tersebut tidak sinkron dengan UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Ketidaksinkronan tersebut salah satunya terdapat dalam masalah kuota jam tayang. Sebagai catatan saja dalam UU No. 33 Tahun 2009 disebutkan bahwa untuk jam tayang film lokal harus mencapai 60% dari total jam tayang.
 
Sementara itu, untuk film asing hanya diberi kuota tayang sebanyak 40%. “Nah dengan ini, apakah mau nanti asing dibatasi, kan sudah 100% dibuka investasinya,” katanya.
 
Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Panja Perfilman Komisi X DPR sementara itu mengaku bingung dengan kebijakan pemerintah dalam membuka keran investasi asing di Indonesia sampai 100%. Dirinya, menilai, kebijakan tersebut bisa merugikan investor di dalam negeri. “Sebenarnya kami juga tidak setuju, ini bisa merusak sebenarnya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×