kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dorong Hilirisasi, PTPN III Mengembangkan 10.000 Hektare Lahan Ubi Kayu


Minggu, 16 Agustus 2026 / 17:38 WIB
Dorong Hilirisasi, PTPN III Mengembangkan 10.000 Hektare Lahan Ubi Kayu
ILUSTRASI. PTPN (Dok/Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero))


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian terus didorong melalui pengembangan industri dari hulu hingga hilir. Selain memperkuat produktivitas di tingkat budidaya, hilirisasi komoditas juga diarahkan untuk memperluas pemanfaatan hasil pertanian, termasuk sebagai bahan baku energi.

Salah satu komoditas yang mulai dikembangkan untuk kebutuhan tersebut adalah ubi kayu. Komoditas ini tidak hanya untuk kebutuhan pangan dan industri. Tapi juga berpotensi menjadi bahan baku bioetanol untuk mendukung pengembangan energi alternatif.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III mengembangkan ekosistem ubi kayu secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan tersebut melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, kemitraan dengan berbagai pihak hingga pengembangan industri pengolahan.

Tahap awal, PTPN III melalui anak usahanya, PTPN I, menjalin kerja sama dengan 11 mitra strategis yang terdiri dari perusahaan swasta, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik desa (BUMDes), koperasi, dan yayasan.

Mitra tersebut merencanakan penanaman ubi kayu pada lahan seluas 7.313 hektare (ha). Luasan tersebut bagian dari target pengembangan lahan ubi kayu mencapai 10.000 ha di Provinsi Lampung.

Baca Juga: Perkuat Konektivitas Tanjung Priok, Pelindo Siap Wujudkan Integrasi Jalan Tol

Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna mengatakan, pengembangan ubi kayu akan dilakukan dengan membangun rantai nilai mulai dari budidaya hingga industri pengolahan.

"Kami membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi," kata Denaldy dalam keterangannya, Jumat (14/8). 

Sementara di sisi hilir atau off farm, pengembangan diarahkan pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol.

"Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," lanjut Denaldy.

Pengembangan tersebut juga melibatkan pemerintah daerah, BUMDes, koperasi, BUMD, serta masyarakat. Kemitraan ini diharapkan memperluas dampak ekonomi dari pengembangan ubi kayu. Mula penyerapan tenaga kerja hingga penguatan aktivitas ekonomi di daerah.

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I, Arif Budiman mengatakan, implementasi program akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan dan pengembangan budidaya hingga integrasi dengan industri hilir.

"Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal," ujar Arif.

Selanjutnya, PTPN Group akan memperkuat pengembangan ubi kayu melalui riset dan inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta perluasan industri hilir. Sisa lahan dari target 10.000 ha juga akan dikembangkan secara bertahap mengikuti perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×