kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.804   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.272   140,44   1,73%
  • KOMPAS100 1.167   21,46   1,87%
  • LQ45 839   9,77   1,18%
  • ISSI 295   6,95   2,41%
  • IDX30 434   3,47   0,80%
  • IDXHIDIV20 518   -0,64   -0,12%
  • IDX80 130   2,22   1,73%
  • IDXV30 142   1,07   0,76%
  • IDXQ30 140   -0,12   -0,08%

Bioteknologi menjadi solusi peningkatan produksi


Jumat, 28 November 2014 / 13:56 WIB
Bioteknologi menjadi solusi peningkatan produksi
ILUSTRASI. Cara Update Mozilla Firefox dan Google Chrome Terbaru Agar Browsing Lancar


Reporter: Handoyo | Editor: Johana K.

BANDUNG. Potensi sektor perkebunan sawit masih terbuka lebar. Oleh karenanya peningkatan produktivitas tanaman menjadi tantangannya. Salah satunya adalah melalui bioteknologi. Namun, untuk penerapan teknologi tersebut, perlu adanya komitmen yang kuat guna membiayai riset tersebut.

Darmono Taniwiryono dari Indonesian Biotechnology Research Institute for Estate Crops (IBRIEC) mengatakan, bioteknologi merupakan upaya peningkatan produksi dengan menggunakan proses biologi. Salah satunya adalah melalui proses manipulasi biologi untuk memperbaiki kualitas tanah.

Darmono bilang, dengan kualitas tanah yang baik tingkat kesuburan akan meningkat pula. Akhirnya, produksi tanaman menjadi berlipat. Namun, untuk melakukan riset tersebut setidaknya dibutuhkan biaya yang sangat besar yakni mencapai US$ 1,2 juta per tahun.

Selain peningkatan produksi hingga 22%, penerapan bioteknologi tersebut dapat mengurangi bahan kimia hingga 37%. Profit petani juga meningkat hingga 68%, tanaman lebih tahan hama. "Namun, untuk menerapkan bioteknologi kita perlu memiliki komitmen yang kuat untuk membiayai riset dibidang ini," kata Darmono, Jumat (28/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×