kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bisnis Grand Kartech (KRAH) masih lesu, begini penjelasan perusahaan


Kamis, 05 Desember 2019 / 18:05 WIB
Bisnis Grand Kartech (KRAH) masih lesu, begini penjelasan perusahaan
ILUSTRASI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Grand Kartech Tbk (KRAH) di Jakarta, Kamis (5/12)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Grand Kartech Tbk (KRAH) selama sembilan bulan tahun ini membukukan kinerja yang tidak menggembirakan.

Buktinya, penjualan bersih turun 5,29% year on year (yoy) menjadi Rp 179,49 miliar. Sementara itu laba atau bottom line tercatat rugi Rp 24,19 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu masih cuan Rp 1,05 miliar. 

Baca Juga: Mantan Menteri Era SBY Mundur dari Jabatan Dirut Grand Kartech (KRAH)

Direktur Utama Grand Kartech Johannes Budi Kartika menjelaskan, kinerja perusahaan dari 2018 ke 2019 khususnya berada di kondisi kurang baik. 

"Tertekannya pendapatan dan laba perusahaan akibat kondisi ekonomi yang lesu sehingga perusahaan hanya mampu mencapai Rp 240 miliar di akhir 2019 dari sebelumnya Rp 259 miliar di 2018," jelasnya saat ditemui Kontan.co.id di Pulogadung, Kamis (5/12). 

Selain penurunan ekonomi, salah satu pengaruh signifikan ke perusahaan adalah dari sektor otomotif yang kurang berkembang dari tiga tahun lalu.

Baca Juga: Mendorong ekspor untuk mengatasi defisit neraca dagang

Adapun Grand Kartech melihat peluang bisnis 2020 akan cerah. Pasalnya perusahaan telah mengantongi kontrak jangka panjang bersama Chevron sejak 2018 hingga empat tahun mendatang.

Grand Kartechmemperoleh kontrak maintenance service dari Chevron untuk menyeimbangkan pencapaian penjualan di tengah perlambatan pertumbuhan.  Johannes bilang perusahaan sudah menyiapkan tingkat stok ekstra (buffer stock)  yang dipertahankan untuk mengurangi risiko stockouts

Selain itu, Johannes menambahkan, kinerja perusahaan di tahun depan akan lebih baik. terlebih adanya dukungan besar dari pemerintah terhadap industri manufaktur dalam negeri. Menurutnya pemerintah tidak hanya menggenjot bisnis manufaktur ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja, tapi juga ke perusahaan swasta.

Baca Juga: Dirut Grand Kartech didakwa menyuap pejabat Krakatau Steel

Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi cost supaya bisa lebih bersaing di masa depan. Adapun pada Kamis (5/12) perusahaan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengubah susunan direksi dan komisaris. "Hal ini dilakukan untuk memperkuat bisnis," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×