kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,70   -3,43   -0.40%
  • EMAS932.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Bisnis Indopoly Swakarsa Industry (IPOL) kebal Corona, ini prospek bisnisnya di 2020


Rabu, 24 Juni 2020 / 17:21 WIB
Bisnis Indopoly Swakarsa Industry (IPOL) kebal Corona, ini prospek bisnisnya di 2020
Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industri Tbk (IPOL) Henry Halim (kanan) dan Wakil Presiden Direktur Jeffrey Halim mengamati beragam produk hasil produksi IPOL usai Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) mengakui bisnisnya tidak terdampak Corona karena permintaan kemasan di masa pandemi justru bertambah.

Presiden Direktur Indopoly Swakarsa Industry (IPOL), Henry Halim menjelaskan bisnis perusahaan tidak terdampak Corona karena IPOL melakukan diversifikasi produk dan pasar yang luas. Adapun Henry menyatakan saat ini permintaan (demand) kemasan masih stabil, hal ini ditopang dari produk IPOL yang berkualitas tinggi.

Baca Juga: Ini penyebab kinerja Indopoly Swakarsa Industry (IPOL) terkontraksi di tahun lalu

Adapun selama pandemi Corona bergulir, "Produk kemasan sangat dibutuhkan karena banyak penjualan dari online yang membutuhkan proteksi atau pengamanan,"  jelasnya dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (24/6).

Wakil Direktur IPOL, Jeffrey Halim menambahkan di tengah pandemi operasional pabrik masih berjalan dan utilisasi pabrik di Indonesia maupun di China masih full atau 100.000 ton per tahun. "Meski ada pandemi Corona, kami memiliki varian  produk yang bermacam-macam dan penetrasi pasar yang luas," kata Jeffrey.

Jeffrey yakin prospek bisnis di sepanjang tahun ini masih positif. Pasalnya, barang kemasan sangat dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi. Hal ini dibuktikan dengan penjualan kemasan yang tumbuh di luar negeri, khususnya di Australia, Turki, dan Amerika. Adapun penjualan kemasan di dalam negeri masih cukup stabil.

Di sepanjang tahun ini Jeffrey mengungkapkan kontribusi ekspor dari Tiongkok dan Indonesia kurang lebih sama dengan 2019 yang masing-masing kurang lebih 36% dari Tiongkok dan 64% dari Indonesia. "Ekspor di masa pandemi masih kuat banyak negara maju yang melakukan WFH dan banyak membeli snack sehingga penjualan kemasan ikut tumbuh," papar Jeffrey.

Baca Juga: IPOL kucurkan US$ 1,1 juta untuk riset dan pengembangan produk baru bernilai tinggi

Kendati tetap menjalankan operasional bisnis di tengah pandemi, Jeffrey bilang IPOL tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat di area pabrik sejak Februari 2020. Adapun bisnis IPOL yang kebal Corona membuat produsen kemasan ini mencanangkan target konservatif untuk  penjualan di tahun ini yakni bisa menyamai penjualan di 2019.

"Kami rasa perusahaan bisa membukukan penjualan yang sama dengan tahun lalu itu sudah luar biasa," papar Jeffrey.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×