kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bisnis industri makanan bisa naik di kuartal II


Senin, 13 Mei 2013 / 09:18 WIB
Bisnis industri makanan bisa naik di kuartal II
ILUSTRASI. Contoh interior rumah dengan gaya art deco.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemperin) memproyeksikan, industri makanan dan minuman di kuartal II tahun ini bisa tumbuh hingga 6% ketimbang pertumbuhan di kuartal I-2013 yang cuma 1,5%.

Benny Wahyudi, Direktur Jenderal Industri Agro Kemperin mengatakan, selama kuartal I-2013, industri makanan nasional menghadapi berbagai kendala, seperti pasokan bahan baku, terutama pasokan bahan baku hortikultura impor. Nah, di kuartal II tahun ini, semua bisa lebih lancar. "Kami yakin, pertumbuhannya bisa lebih tinggi ketimbang kuartal I-2013," katanya akhir pekan lalu.

Pasokan bahan baku, terutama hortikultura impor, bisa lebih lancar lantaran regulasi untuk memasukkan produk hortikultura impor lebih longgar. "Beberapa bahan baku sudah tidak diatur lagi, seperti bawang putih. Saya yakin, itu akan membuat produksi membaik," ujar dia.

Masalah pasokan bahan baku hortikultura ini memang sempat menyulitkan produsen makanan lokal. Menurut Adhi S Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), produsen makanan kesulitan mendapatkan pasokan hortikultura impor menyusul pembatasan impor produk ini oleh pemerintah.

Pasalnya, meski varietas hortikultura impor untuk industri dan konsumsi berbeda, namun punya harmonized system (HS) yang sama. Imbasnya, pelaku industri harus mengurus izin yang lebih rumit untuk bisa impor bahan baku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×