kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.944   27,00   0,16%
  • IDX 9.097   21,93   0,24%
  • KOMPAS100 1.258   2,23   0,18%
  • LQ45 890   0,55   0,06%
  • ISSI 332   1,22   0,37%
  • IDX30 454   1,33   0,29%
  • IDXHIDIV20 537   3,26   0,61%
  • IDX80 140   0,11   0,08%
  • IDXV30 148   1,18   0,80%
  • IDXQ30 145   0,42   0,29%

Bisnis Infrastruktur Lesu, PT Mas Automobil Sejahtera Cetak Pertumbuhan Penjualan


Minggu, 21 September 2025 / 17:31 WIB
Diperbarui Senin, 22 September 2025 / 20:34 WIB
Bisnis Infrastruktur Lesu, PT Mas Automobil Sejahtera Cetak Pertumbuhan Penjualan
ILUSTRASI. Hadir di Pameran Industri Terbesar Asia Tenggara: PT Mas Automobil Sejahtera Tampilkan Sinotruk, Sunhunk, dan Shantui. Sumber: PT Mas Automobil Sejahtera


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski bisnis infrastruktur berat, pemain di sektor ini masih bisa mencetak pertumbuhan. Salah satunya PT Mas Automobil Sejahtera, distributor resmi produk heavy-duty seperti Sinotruk, Sunhunk dan Shantui.

Yoseph van Susanto, Branch Manager PT Mas Automobil Sejahtera menyebut, peihaknya mencatat pencapaian penjualan 1.000 unit di September tahun ini.  Melampaui target pasar yang dipatok hanya 500 unit penjualan pada tahun ini.

Nah, dalam pameran The Largest Industrial Gathering in Energy and Engineering Sectors in Southeast Asiadigelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 17 – 20 September 2025, terjual 30 unit. 

Di ajang tersebut, PT Mas Automobil Sejahtera memperkenalkan produk unggulan dari tiga merek global. Pertama, Sinotru. truk berat berteknologi tinggi untuk sektor pertambangan, konstruksi dan logistik. Kedua, Sunhunk, produsen crane yang dipasang di truk (truck-mounted crane) dengan efisiensi tinggi dan desain ergonomis.

Ketiga, Shantui, alat berat seperti buldozer dan eksavator yang dikenal tangguh dan presisi. Pengunjung pameran dapat melihat langsung keunggulan teknologi, efisiensi bahan bakar, dan fitur keselamatan dari setiap unit yang dipamerkan. 

Baca Juga: Pasar Loyo, Pembiayaan Alat Berat Tak Terlalu Kuat

Menurut Yoseph, pencapaian penjualan tersebut menunjukkan kepercayaan tinggi dari pelaku industri terhadap performa dan efisiensi produk asal Tiongkok ini.  “Kolaborasi antara pelaku industri dan penyedia teknologi adalah kunci untuk mendorong kemajuan sektor teknik dan energi di Indonesia,” kata dia, dalam rilis ke Kontan.co.id, Sabtu (20/9). 

Sinotruk dilego seharga Rp 1,15 miliar, menjadi pilihan utama di sektor pertambangan, konstruksi, dan logistik. Model produk ini mendominasi permintaan pasar berkat efisiensi bahan bakar, kapasitas angkut besar, dan layanan purna jual yang responsif.

Selain itu, produk alat berat Shantui seharga Rp 5 miliar, juga berhasil menarik perhatian pelaku industri. Shantui mencatat peningkatan penjualan signifikan selama pameran berlangsung. 

Kedua produk ini dinilai sangat cocok untuk kebutuhan sektor konstruksi, kehutanan, dan perkebunan. Terutama karena manuver lincah dan daya jelajah tinggi di medan berat; efisiensi bahan bakar dan tenaga kerja, ditambah desain compact yang ideal untuk area sempit dan pekerjaan presisi. 

Produk lain yang menarik perhatian pengunjung adalah Sunhunk. Dalam pameran itu menghadirkan berbagai tipe truck mounted crane,solusi pengangkatan efisien untuk proyek konstruksi vertikal. 

Sinotruk kini bersaing ketat dengan merek-merek besar. Sinotruk menjadi alternatif unggulan bagi perusahaan yang mengutamakan nilai investasi jangka panjang.

Nico Jonathan, Direktur PT Mas Automobil Sejahtera  menjelaskan, pihaknya berupaya menyediakan solusi transportasi  bagi industri pertambangan, logistik, dan konstruksi. "Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi alat berat kami mampu menjawab tantangan industri masa kini,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×