kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bisnis Komputasi Awan Terpapar Kurs


Selasa, 27 Agustus 2013 / 07:35 WIB
ILUSTRASI. Jeruk nipis bermanfaat melangsingkan tubuh.


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Amailia Putri

JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang terkapar berdampak pada industri teknologi informasi (TI). Salah satunya adalah bisnis komputasi awan (cloud computing).

Menurut Teguh Prasetya, Founder Indonesia Cloud Forum (ICF), bisnis komputasi awan sangat erat hubungan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. "Karena biaya bisnis ini disesuaikan dengan kurs dollar AS, jadi pasti akan berdampak," katanya ke KONTAN, Senin (26/8).

Apalagi, sekitar 70% dari pelanggan layanan ini adalah korporasi. Sialnya, kata Teguh, sekitar 70%-80% dari korporasi pelanggan komputasi awan membiayai layanan penyimpanan data ini melalui belanja modal, bukan di pos biaya operasional. "Bisa jadi, perusahaan yang memakai belanja modal untuk komputasi awan akan memotong anggaran," katanya.

Sayang, Teguh mengaku belum bisa memproyeksikan pengurangan pembiayaan korporasi di bidang ini. Ia memperkirakan, pelambatan dari bisnis ini mulai terasa empat bulan ke depan, saat korporasi membuat perhitungan bisnis untuk 2014.

Posisi rupiah yang menyentuh Rp 11.000 per dollar AS membuat pasar komputasi awan bisa terkoreksi 20%. Ia berharap, rupiah bisa kembali menguat ke Rp 10.000 per dollar AS supaya penurunan bisnis ini cuma 10% saja.

Saat rupiah berada di kisaran Rp 9.000 per dollar AS, potensi bisnis komputasi awan di Indonesia bisa mencapai Rp 3,6 triliun tahun ini. Namun ia memproyeksikan tahun ini cuma Rp 3,4 triliun.

Namun PT SAP Indonesia tetap optimistis terhadap bisnis ini. SAP Indonesia menargetkan bisa menggarap sekitar 20% pasar SAP di Indonesia. Singgih Wandojo, Managing Director PT SAP Indonesia bilang, hingga saat ini, SAP punya 13 klien. Dan berharap kontribusi bisnis dari komputasi awan yang sudah 20% bisa meningkat di atas 20% sampai akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×