Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pariwisata kembali menunjukkan peningkatan pada momen Lebaran dan pasca Lebaran 2026. Hal ini terjadi seiring masyarakat melakukan silaturahmi ke kampung halaman sekaligus perjalanan liburan.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mencatat, adanya peningkatan pemesanan penginapan dan aktivitas pariwisata dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
Baca Juga: Obligasi Sukuk RATU Laris, Oversubscribed 6,8 Kali, Permintaan Tembus Rp5,46 Triliun
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, memang sedikit membaik. Ada kenaikan walaupun tidak signifikan, tapi trennya tetap naik,” kata Ketua Umum GIPI Haryadi Sukamdani, Jumat (27/3/2026).
Peningkatan ini terlihat dari jumlah pemesanan hotel. Haryadi menyebut bahwa pada H-10 Lebaran 2026, tingkat pemesanan hotel telah naik hingga 40%, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 10-20%.
“Secara nasional, H-10 tahun ini rata-rata pemesanan sudah terkumpul sekitar 30-40 persen,” tambahnya.
Okupansi hotel pun masih berlangsung hingga H+3 Lebaran 2026, mengikuti jadwal periode libur yang diterapkan pemerintah.
Haryadi menjelaskan, okupansi akan meningkat bila jangka waktu liburan keluarga panjang, namun menurun ketika periode libur Lebaran singkat.
Baca Juga: SMGR Perkuat Relasi Mitra Tukang Lewat Program Mudik dan Safari Ramadan
“Sekarang pasca Lebaran hanya 7 hari, hari ke-8 okupansi sudah mulai turun,” katanya.
Meski demikian, hotel-hotel favorit di berbagai daerah masih menunjukkan okupansi yang relatif stabil, bahkan mencapai 90-95% selama momen libur Lebaran.
“Kalau dilihat dari tahun ke tahun, tingkat okupansi di hari libur Lebaran hampir sama, apalagi di daerah-daerah favorit,” tutup Haryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












