kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bisnis pupuk organik tumbuh kian subur


Sabtu, 14 Januari 2012 / 09:31 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan mengantre di Gerbang Tol. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.


Reporter: Bernadette Christina Munthe, | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Industri pupuk organik optimis penjualan pupuk organik tahun naik ini tumbuh 50%. Asosiasi Produsen Petroganik Indonesia (APPI) mencatat, penjualan tahun berpotensi mencapai 700.000 ton atau naik dari realisasi penjualan tahun lalu sebesar 350.000 ton.

Ardianto Wiyono, Ketua Umum APPI mengatakan, penjualan tahun 2011 mencatat nilai penjualan Rp 435,05 milar. Sedangkan untuk nilai penjualan tahun ini akan akan tumbuh seiring realisasi penjualan 2012.

Tahun lalu, penjualan pupuk organik tumbuh 65,87% dari realisasi penjualan 2010 sebanyak 211.000 ton. Ardianto bilang, kenaikan penjualan karena adanya subsidi pemerintah untuk pemakaian pupuk organik mulai April 2011. "Pertumbuhan penjualan tahun lalu itu, hanya efektif 8 bulan, tapi pertumbuhannya bisa setinggi itu," kata Ardianto di Jakarta (12/1).

Selain penjualan ritel, penjualan pupuk organik meningkat dari kalangan perusahaan perkebunan. Ardianto bilang, APPI sudah menggalang kerjasama dengan PTPN XI untuk pembelian 200.000 ton pupuk organik untuk perkebunan tebu rakyat. "Angka produksi 700.000 ton tahun ini ada di depan mata,” jelas Ardianto.

Saat ini kapasitas terpasang industri pupuk organik di dalam negeri sudah mencapai 2 juta ton per tahun. Namun, kapasitas produksi itu belum terpakai semua karena penggunaan pupuk organik belum populer di sektor pekerbunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×