Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis penyewaan (rental) mobil menghadapi tekanan pada semester I-2026. Asosiasi pelaku usaha mencatat permintaan jasa rental mobil turun sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ketua Umum Rent Car Indonesia (RCI) Rescky Noerela Roma mengungkapkan, penurunan permintaan tidak hanya terjadi di sektor pariwisata, tetapi juga berasal dari pelanggan korporasi, pemerintahan, hingga penyelenggaraan event.
"Kondisi perekonomian yang belum stabil membuat masyarakat menunda perjalanan wisata maupun liburan. Di sisi lain, kegiatan pemerintah dan swasta juga berkurang, termasuk efisiensi perjalanan dinas," ujar Rescky kepada Kontan, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Begini Tanggapan AISI
Meski demikian, Rescky menilai jasa rental mobil masih menjadi pilihan utama wisatawan, terutama di destinasi yang belum didukung transportasi umum yang memadai. Permintaan juga masih tinggi untuk layanan sewa kendaraan beserta pengemudi, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, periode liburan sekolah, libur panjang, hingga akhir tahun tetap menjadi musim puncak bagi industri rental mobil. Pada periode tersebut, tingkat okupansi armada, terutama segmen SUV, MPV, dan bus pariwisata, dapat mendekati penuh apabila pemesanan dilakukan jauh hari.
Saat ini, segmen korporasi, instansi pemerintah, dan penyelenggara event masih menjadi kontributor terbesar permintaan jasa rental, disusul wisata keluarga dan rombongan.
Di sisi lain, pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya operasional, mulai dari harga bahan bakar minyak (BBM), suku cadang, biaya perawatan armada, hingga biaya tenaga kerja. Persaingan tarif yang semakin ketat juga membuat perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan harga untuk menarik pelanggan.
RCI tetap optimistis prospek bisnis rental mobil hingga akhir 2026 masih positif seiring tetap tingginya kebutuhan transportasi untuk sektor pariwisata, bisnis, maupun pemerintahan. Untuk menjaga pertumbuhan, pelaku usaha memperkuat pasar korporasi, meningkatkan standar layanan, serta memanfaatkan sistem digital guna mempermudah proses pemesanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
