kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BKPM: Investor suka pakai jasa pihak ketiga


Selasa, 04 November 2014 / 21:53 WIB
ILUSTRASI. Makanan manis bisa memicu produksi keringat berlebih.


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengeluhkan proses perizinan investasi di BKPM yang lambat. Menurutnya, izin investasi yang seharusnya selesai dalam tiga hari, namun pada kenyataannya baru selesai dalam delapan hari.

Tamba Hutapea, Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM pun mengakui hal tersebut. Menurutnya, investor akan lebih mudah menanamkan modalnya jika pelayan terpadu satu pintu (PTSP) terlaksana. Namun PTSP masih belum dilakukan di beberapa daerah.

Tamba meyakinkan bahwa untuk menerapkan PTSP butuh waktu untuk mempersiapkan perangkat dan syarat-syarat yang dibutuhkan. 

Sejatinya, kata Tamba, selama ini yang menghambat investor dalam berinvestasi adalah adanya kesalahan komunikasi. Dimana investor yang mau menanamkan modalnya di Indonesia tidak langsung mengkomunikasikan keperluan investasinya ke BKPM, melainkan melalui pihak ketiga.

"Kalau mau investor bisa catat dokumen investasinya melalui online" ujar Tamba kepada Kontan, Selasa (4/11).

Faktor lainnya yaitu, investor kurang memahami aturan yang berlaku. Misalnya saja, investor tidak mengetahui batasan-batasan penanaman modal asing yang diberlakukan, sehingga akan menghambat investasi mereka.

Faktor penghambat ketiga yaitu, adanya pengurus izin di Kementerian teknis dan PTSP daerah masing-masing. "Untuk mengurus izin di Kementerian teknis dan PTSP daerah kan butuh waktu" ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×