kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.864   21,00   0,12%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Daya Beli Masih Tertekan, Industri Hotel & Restoran Putar Strategi Jaga Kinerja 2026


Selasa, 10 Februari 2026 / 16:18 WIB
Daya Beli Masih Tertekan, Industri Hotel & Restoran Putar Strategi Jaga Kinerja 2026
ILUSTRASI. Hariyadi Sukamdani (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha hotel dan restoran menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja bisnis pada 2026, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang  masih tertahan. 

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, PHRI melihat tren daya beli masyarakat pada awal tahun ini belum sepenuhnya pulih seperti periode sebelum pandemi.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, pelaku usaha di sektor ini berupaya mengoptimalkan strategi pemasaran. Salah satunya direalisasikan melalui kolaborasi promosi lintas industri, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Lebaran.

Dia melanjutkan, PHRI juga mendorong promosi bersama dengan maskapai penerbangan dan platform penjualan tiket untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan.

Baca Juga: Kinerja Hotel Diprediksi Melemah, Terdampak Pengalihan Anggaran Pemerintah

“Ini kebetulan kemarin yang kita ajak adalah dari aplikasi AirAsia atau AirAsia Move, yang menjual tiketnya itu lebih dari 50 maskapai penerbangan, dan kita masukkan inventory kita ke sana,” ungkap Hariyadi, dalam Konferensi Pers Rakernas PHRI I 2026, pada Selasa (10/2). 

Selain promosi, PHRI juga memperkuat aktivitas business matching melalui kegiatan tabletop di berbagai daerah untuk mendorong transaksi langsung antara pelaku industri.

Dari sisi pasar, pelaku usaha juga melihat potensi dari wisatawan domestik, termasuk segmen study tour, meskipun masih menghadapi tantangan berupa kebijakan pembatasan pergerakan wisata di beberapa daerah.

Di sisi lain, penurunan pasar pemerintah dan persaingan dengan akomodasi ilegal menjadi tantangan utama industri pada tahun ini. 

Menghadapi kondisi tersebut, PHRI pun mendorong penertiban akomodasi yang belum memenuhi ketentuan perizinan, salah satunya dengan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mendorong akomodasi ilegal itu memenuhi persyaratan.

Baca Juga: Pemerintah Siap Eksekusi Hotel Sultan, Dirut GBK: Aset Negara Harus Kembali

Selain itu, industri hotel dan restoran juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan pemerintah dalam hal aksesibilitas. Dengan demikian, diharapkan mampu mendongkrak daya saing industri pariwisata lokal ke kancah global. 

 "jadi kemudahan dan juga biaya yang terjangkau untuk pergerakan wisatawan dari satu tempat ke tempat lain itu mutlak kita perlukan. Jadi aksesibilitas yang mudah dan harga yang terjangkau, harga tiketnya," kata dia. 

Selanjutnya: Soal Penyelesaian Utang Kereta Cepat, Mensesneg: Masih Negosiasi

Menarik Dibaca: Miliaran Orang Beresiko Kena Demam Berdarah Dengue, Ini Solusinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×