kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Blok Abadi Masela Berpotensi Tambah Penerimaan Negara US$ 37,8 Miliar


Kamis, 16 Juli 2026 / 18:01 WIB
Blok Abadi Masela Berpotensi Tambah Penerimaan Negara US$ 37,8 Miliar
ILUSTRASI. Pemerintah resmi memulai peletakan batu pertama alias groundbreaking mega proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Abadi Masela  (DOK/diki mardiansyah )


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TANIMBAR. Pemerintah resmi memulai peletakan batu pertama alias groundbreaking mega proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, proyek strategis nasional (PSN) ini bakal membawa dampak domino yang sangat besar, terutama dari sisi penerimaan negara serta multiplier effect bagi perekonomian daerah sekitar.

Bahlil memproyeksikan, proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 20,95 miliar ini akan memberikan kontribusi fiskal yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada kas negara.

"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar US$ 37,8 miliar, serta kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$ 6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi," ujarnya dalam acara groundbreaking di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Prabowo: Proyek LNG Abadi Masela Akan Perkuat Ketahanan Energi RI

Selain menyumbang pendapatan negara dengan jumlah jumbo, lanjut Bahlil, operasional ladang gas di Laut Arafura ini dipastikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal, baik pada fase pembangunan maupun produksi.

"Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja pada masa konstruksi, dan sekitar 800–1.000 tenaga kerja pada saat operasi," terangnya.

Di samping itu, Bahlil menuturkan, proyek ini juga diklaim akan mendongkrak produk domestik bruto (PDB) secara masif, mulai dari level nasional hingga ke tingkat kabupaten.

Dia bilang, pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi ini diyakini bakal berujung pada peningkatan taraf hidup serta pendapatan riil rumah tangga masyarakat Indonesia secara luas.

"Kami juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar US$ 137,8 miliar, serta peningkatan PDB Provinsi Maluku sebesar US$ 95 miliar dan PDB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$ 92 miliar, disertai peningkatan pendapatan rumah tangga secara nasional," imbuhnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Luncurkan PSN LNG Abadi Masela: Pendorong Kemajuan Indonesia Timur

Tidak hanya mengejar keuntungan komersial, Bahlil menuturkan, proyek gas abadi ini juga dirancang ramah lingkungan demi menyelaraskan target ketahanan energi dengan komitmen penurunan emisi karbon global.

"Ini adalah sebagai bentuk dukungan daripada blok ini, mempergunakan juga transisi energi, penurunan emisi melalui pembangunan fasilitas carbon capture and storage (CCS) yang akan menangkap dan menyimpan emisi karbondioksida dari proses produksi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×