kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

BNBR Kantongi Persetujuan Rights Issue untuk Akuisisi Cimanggis Cibitung Tollways


Jumat, 27 Februari 2026 / 17:46 WIB
BNBR Kantongi Persetujuan Rights Issue untuk Akuisisi Cimanggis Cibitung Tollways


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie mengatakan aksi korporasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan struktur pendanaan.

“Perusahaan menilai perlu untuk melaksanakan rights issue dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT),” kata Anindya.

Baca Juga: Ekspansi Berlanjut, Daya Intiguna Yasa (MDIY) Resmikan Flagship Store ke-2 di Bekasi

Melalui rights issue, BNBR akan menerbitkan saham baru seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham yang akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban dan/atau anak usaha kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk CCT.

“Perusahaan akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha perusahaan dan/atau anak perusahaan, termasuk CCT,” tambah Anindya.

Manajemen menilai aksi ini akan berdampak positif terhadap struktur keuangan perusahaan. Setelah PMHMETD, rasio total pinjaman terhadap total aset diproyeksikan turun dari 84,28% menjadi 67,9%. Sementara itu, rasio total pinjaman terhadap ekuitas diperkirakan membaik dari 536,02% menjadi 211,57%.

“Selain itu, penurunan rasio ini memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan,” ujar Anindya.

Ia juga mengingatkan bahwa rights issue berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Persentase kepemilikan saham dapat terdilusi hingga maksimal 33,33% setelah pelaksanaan HMETD.

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) Proyeksikan Terjadi Lonjakan 20% Saat Arus Balik Lebaran 2026

Dengan aksi korporasi ini, BNBR berharap struktur permodalan menjadi lebih sehat dan kemampuan ekspansi usaha meningkat, sejalan dengan strategi penguatan portofolio infrastruktur dan sektor industri masa depan yang tengah dikembangkan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×