Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia semakin dilirik sebagai basis produksi produk rumah tangga untuk memenuhi pasar domestik maupun ekspor. Ketersediaan tenaga kerja dan kapasitas manufaktur menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menempatkan kegiatan produksinya di dalam negeri.
Salah satunya BOLDe, Inc. Perusahaan berbasis di Amerika Serikat (AS) yang memiliki merek produk rumah tangga BOLDe itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penting kegiatan produksinya.
Presiden BOLDe, Inc AS, Brandon Bleach mengatakan, pemilihan Indonesia didorong oleh kemampuan tenaga kerja serta potensi industri manufaktur nasional.
“Kami ingin produk yang diproduksi di Indonesia tidak hanya menjadi pilihan keluarga di dalam negeri, tetapi juga mampu diterima di pasar dunia,” ujar Brandon dalam keterangannya, Minggu (30/8).
Dalam kegiatan produksi, tenaga kerja Indonesia terlibat mulai dari pengolahan bahan, perakitan, pemeriksaan kualitas, pengemasan, pengelolaan gudang hingga persiapan distribusi.
Baca Juga: Pefindo Turunkan Peringkat PT INKA Jadi idBB, Prospek Negatif
Produk buatan Indonesia tersebut tidak hanya dipasarkan untuk konsumen domestik. BOLDe telah menjual produknya ke pasar AS melalui sejumlah kanal perdagangan elektronik.
Setelah AS, perusahaan berencana memperluas pasar ekspor secara bertahap ke Kanada, Australia dan Inggris. Sejumlah produk yang disiapkan untuk menjangkau pasar internasional antara lain Thunder Mop dan Ultra Gran.
Ekspansi pasar internasional tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan mengejar pertumbuhan penjualan sebesar 50% per tahun. Target itu akan ditopang penguatan pasar domestik serta perluasan jaringan distribusi internasional.
Pasar AS sendiri menawarkan potensi yang cukup besar, khususnya melalui kanal digital. Berdasarkan data Biro Statistik AS, penjualan ritel melalui e-commerce di Amerika Serikat mencapai US$ 340,2 miliar pada kuartal II-2026.
Nilai tersebut tumbuh 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan melalui e-commerce juga telah menyumbang sekitar 17,1% terhadap total penjualan ritel di AS.
BOLDe melihat kapasitas produksi di Indonesia menjadi salah satu modal untuk memperluas penetrasi ke pasar global. Karena itu, perusahaan akan melanjutkan pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, serta perluasan distribusi internasional.
Brandon mengatakan, ekspansi tersebut tidak semata ditujukan untuk memperluas pasar, tetapi juga menunjukkan kemampuan manufaktur Indonesia dalam menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














