Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menambah kapasitas produksi pada tahun ini, melalui penambahan mesin dan otomatisasi kegiatan produksi.
Penambahan kapasitas tersebut terutama difokuskan pada lini produk atap yang menjadi salah satu bisnis utama perseroan.
Corporate Secretary Impack Pratama Industri Lenggana Linggawati mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan produk.
Baca Juga: Harga Batubara dan Solar Tekan Margin Produsen Semen
“Pada tahun ini terdapat tambahan kapasitas produksi yang berasal dari tambahan mesin produksi dan otomatisasi pada kegiatan produksi. Mayoritas penambahan kapasitas berasal dari produk utama kami pada produk atap,” ujar Lenggana kepada KONTAN, Minggu (30/8/2026).
IMPC melihat peluang pertumbuhan bisnis material atap masih terbuka. Saat ini, pasar atap di Indonesia masih didominasi oleh produk berbahan metal.
Namun, perseroan melihat segmen atap uPVC terus berkembang. Material tersebut memiliki sejumlah keunggulan, seperti mampu meredam panas dan suara, antikarat, serta memiliki kekuatan dan daya tahan.
Melalui merek Alderon, IMPC menjadi salah satu pemain utama di segmen atap uPVC. Perseroan menyebut pangsa pasar Alderon di segmen tersebut saat ini mencapai sekitar 70%.
Untuk memperkuat posisinya, IMPC menjalankan kampanye pemasaran dan memperkuat jaringan distribusi. Perseroan juga memberikan program dan insentif kepada distributor, serta menjaga kualitas layanan purnajual.
Di sisi produk, IMPC terus melakukan pengembangan dan inovasi. Perseroan baru meluncurkan Alduro, produk atap yang menggunakan material daur ulang multilayer plastic (MLP).
Produk tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif material atap yang lebih berkelanjutan. Alduro juga menjadi salah satu pilihan pengganti material atap berbahan asbes.
Selain meningkatkan kapasitas, IMPC menerapkan strategi pengelolaan stok untuk menghadapi perubahan harga bahan baku dan biaya produksi. Perseroan juga menjaga hubungan dengan distributor dalam menghadapi dinamika harga.
IMPC belum merinci besaran tambahan kapasitas yang diperoleh dari penambahan mesin dan otomatisasi tersebut. Namun, perseroan berharap peningkatan produksi dapat mendukung pencapaian kinerja sepanjang tahun ini.
“Besaran potensi peningkatan produksi kami harapkan dapat tercermin melalui tercapainya target potensi pendapatan dan laba Perseroan tahun ini,” pungkas Lenggana.
Baca Juga: Konsumsi Melonjak, Kuota Subsidi LPG 3 kg, Solar & Pertalite Terancam Jebol pada 2026
Dengan penambahan mesin dan otomatisasi, IMPC berupaya memperkuat kapasitas dan kesiapan pasokan produk, terutama pada lini atap. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi perseroan, guna menangkap peluang pertumbuhan permintaan di tengah persaingan material atap yang semakin beragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














