kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bos Danantara Pastikan Rencana Merger GOTO–Grab Masih Berjalan Positif


Kamis, 27 November 2025 / 17:55 WIB
Bos Danantara Pastikan Rencana Merger GOTO–Grab Masih Berjalan Positif
ILUSTRASI. CEO Danantara Rosan Roeslani konfirmasi merger GoTo dan Grab 2025 berjalan positif. Fokus pada perhitungan bisnis dan masukan pemerintah.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO Danantara, Rosan Roeslani memastikan rencana merger perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab masih berjalan.

Rosan juga mengisyaratkan bahwa proses merger ini akan benar-benar terjadi. Menurutnya, proses negosiasi berjalan ke arah positif.

"Masih berjalan itu, sinyalnya positif," kata Rosan singkat di Istana Kepresidenan, Kamis (27/11/2025).

Sebagai informasi, kabar penggabungan merger GOTO dan Grab kembali mencuat setelah muncul pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Baca Juga: Isu Merger Grab-GOTO Berhembus, Ini Respons Grab dan GOTO

Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut, faktor terpenting adalah perhitungan bisnisnya (Business to Business/B2B).

"Yang paling penting unsur B2B-nya, mereka harus ngikutin B2B," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Pandu menegaskan dalam hal ini Danantara akan menyerahkan kepada masing-masing. "Kan pemerintah juga udah ngasih masukan, kita pasti ngikutin. Masukannya dari pemerintah," ungkapnya.

Ia mengaku, Danantara akan mendukung penggabungan dua bisnis digital tersebut selama dari sisi komersial juga menguntungkan. "Karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada, dan kita juga harus menjaga itu," sebutnya.

Baca Juga: Rencana Merger Grab-GOTO Dinilai Bakal Memicu Persaingan Usaha Tidak Sehat

Pandu memandang, masukan pemerintah terhadap bisnis perusahaan digital tersebut sangat baik, namun perlu diingat bahwa GOTO juga berstatus emiten di pasar modal sehingga perlu perhitungan yang matang.

"Tapi kita tentu mendengarkan masukan pemerintah, itu pasti sangat baik inginnya. Tapi tentu kita harus fokus B2B antara kedua perusahaan itu, dan juga jangan lupa mereka berdua perusahaan Tbk loh. Jadi harus hati-hati kita ngomongnya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×