kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BPDPKS: Sawit Dorong PDB di Sektor Perkebunan 1,69% pada Kuartal III-2024


Kamis, 21 November 2024 / 11:37 WIB
BPDPKS: Sawit Dorong PDB di Sektor Perkebunan 1,69% pada Kuartal III-2024
Pekerja memuat tandan buah kelapa sawit ke dalam truk di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (19/11/2024). BPDPKS mencatat kontribusi kelapa sawit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor perkebunan sebesar 1,69% pada kuartal III 2024.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SURABAYA. Industri kelapa sawit telah memberikan kontribusisignifikan bagi perekonomian Indonesia. Hal itu tercermin pada kontribusi kelapa sawit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor perkebunan sebesar 1,69% pada kuartal III 2024. 

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurachman mencatat komoditas sawit di Indonesia saat ini telah melibatkan 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta tenaga kerja.

Hal itu dapat terus mendorong PDB di sektor perkebunan pada angka yang positif yaitu 1,69% pada kuartal III 2024. Sementara sektor industri pengolahan non migas sebesar 4,23%.

Baca Juga: BPDPKS Dorong Pemahaman Regulasi untuk Cegah Konflik di Sektor Sawit

"Komoditas kelapa sawit menjadi salah satu motor penggerak pada kedua sektor tersebut," jelas Eddy dalam Sosialisasi Pelaksanaan Ekportasi dan Pungutan Ekspor Atas Kelapa Sawit, CPO dan Produk Turunannya, di Hotel Ciputra World Surabaya, Kamis (21/11).

Selain itu, Eddy juga menyebutkan pada sisi ekspor industri kelapa sawit juga merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk ekspor non migas Indonesia. Menurut data dari Kementerian Perdagangan sampai dengan September 2024, ekspor non-migas Indonesia tercatat sebesar US$ 181,14 miliar.

Di mana sebanyak kurang lebih US$ 14,43 miliar atau sebesar 10,18% berasal dari ekspor lemak dan minyak hewan serta batik yang ini didominasi oleh minyak kelapa sawit.

"Data-data tersebut mengukuhkan peran strategis dari industri kelapa sawit bagi perkebunan Indonesia," ujarnya. 

Baca Juga: Holding Perkebunan Nusantara Lakukan Intercropping Padi Gogo di Lahan Sawit Rakyat

Eddy menambahkan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional dan backbone perekonomian.

Dengan kebijakan pemerintah saat ini juga ditujukan untuk peningkatan sektor hulu dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun serta mendorong hilirisasi nasional.

"Hilirisasi industri perkebunan ini juga sangat didorong terus oleh pemerintah, the new government, pemerintahan  Bapak Presiden Prabowo untuk menggencarkan kegiatan hilirisasi khususnya dari produk-produk baik itu yang berasal dari mineral maupun perkebunan," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×