kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BPH Migas usul harga BBM subsidi naik Rp 4.000


Rabu, 01 Oktober 2014 / 20:24 WIB
BPH Migas usul harga BBM subsidi naik Rp 4.000
ILUSTRASI. Akses masuk (on ramp) Cimanggis arah Bogor di ruas jalan Tol Jagorawi, Jawa Barat.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kepala BPH Migas Andi Norsaman Sommeng mengatakan, kenaikan harga BBM Rp 4.000 akan sangat menguntungkan Indonesia. Pasalnya investasi asing di sektor hilir migas yaitu pembangunan SPBU asing akan semakin banyak.

"Pertamina sudah kewalahan, tidak gampang mengelola SPBU dari Sabang sampai Merauke," ujar Sommeng di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/9).

Someng menjelaskan, akibat subsidi yang diberikan pemerintah untuk BBM, banyak SPBU asing yang akhrinya tutup. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena SBPU asing kalah bersaing dengan SPBU Pertamina yang menjual BBM lebih murah dari yang dijual oleh Perusahaan minyak asing.

Untuk itu, dia mendukung perusahaan seperti Shell, Petronas dan Total memperbanyak SPBU di Indonesia. Pasalnya, dengan begitu maka masyarakat akan membeli BBM dari SPBU asing yang BBM-nya didapat dari perusahaan asing tersebut. Dampaknya menurut dia, Pertamina akan banyak memiliki stok BBM.

"Makin banyak penyimpanan kan bagus. Pertamina kan (perusahaan) besar jadi bisa bersaing," kata dia.

Sementara saat ditanya mengapa tidak membuat kilang-kilang baru untuk meningkatkan produksi minyak, Sommeng malah mempertanyakan apakah dana untuk merealisasikan hal tersebut ada atau tidak.

"Bangun kilang kita ada duit enggak?, kalau ada kilang terus yang menyuplai crude ada enggak ?," tanya kepala BPH Migas tersebut. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×