kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

“Brexit” memicu harga mobil Toyota meroket


Rabu, 22 Juni 2016 / 15:25 WIB
“Brexit” memicu harga mobil Toyota meroket


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

LONDON. Kabar akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit/British Exit), kali ini membuat produsen kendaraan roda empat, khususnya Toyota Motor Corp angkat bicara. Produsen mobil terbesar di dunia itu menyatakan Brexit bisa memicu tambahan pungutan 10 persen, untuk mobil yang diproduksi di Inggris Raya.

Mengutip Bloomberg, Rabu (22/6/2016),  di dalam pernyataan tertulis yang ditujukan kepada karyawannya, Toyota menyatakan Brexit bakal membuat Toyota untuk memotong biaya atau membuat mobil yang lebih mahal, sehingga bisa merusak penjualan. Lebih dari itu, hampir 90 persen mobil Toyota yang dibuat di Inggris diekspor, dan tiga-perempat dari angka tersebut dijual di Uni Eropa.

“Kelanjutan Keanggotaan Inggris dari Uni Eropa merupakan yang terbaik untuk operasi dan daya saing jangka panjang kami. Kami juga akan menghadapi tantangan bisnis yang signifikan, sebagai hasil dari keputusan untuk menarik diri dari Uni Eropa,” kata pihak Toyota dalam surat yang ditandatangani oleh dua eksekutif dari unit manufaktur Inggris, bersama dengan perwakilan serikat pekerja.

Toyota sendiri sudah menyatakan komitmennya di Inggris. Di mana Toyota membangun lebih dari 190.000 mobil Avensis dan Auris, dari pabriknya di Burnaston.

Pabrik lain di Deeside, di mana lebih dari 200.000 mesin dan 35.000 komponen sudah diproduksi tahun lalu, selanjutnya lagi yaitu rencana membangun mesin hibrida baru 1,8-liter untuk C-HR Crossover yang akan datang.

Selain Toyota, kekhawatiran terkait Brexit juga diungkapkan oleh beberapa merek lain, seperti Nissan Motor, yang mengatakan  Inggris harus tetap di Uni Eropa. Lalu ada BMW dan Tata Motors Jaguar Land Rover.

Terkati dengan “Brexit” warga Inggris akan melakukan jejak pendapat (referendum), terkait dengan niatan Inggris tersebut. Referendum ini rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (23/6/2016). (Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×