kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.891   -9,00   -0,05%
  • IDX 7.924   -11,32   -0,14%
  • KOMPAS100 1.116   -1,22   -0,11%
  • LQ45 813   -2,22   -0,27%
  • ISSI 278   0,36   0,13%
  • IDX30 426   -0,54   -0,13%
  • IDXHIDIV20 514   -1,01   -0,20%
  • IDX80 125   0,03   0,02%
  • IDXV30 138   -0,40   -0,29%
  • IDXQ30 139   -0,20   -0,14%

BSD tambah lahan 500 Ha di Surabaya dan Samarinda


Rabu, 01 Mei 2013 / 16:04 WIB
BSD tambah lahan 500 Ha di Surabaya dan Samarinda
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas Antam dan UBS hari ini di Pegadaian, Kamis 18 November 2021. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Cadangan tanah atau land banking PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) bakal kian luas. Soalnya, perusahaan ini akan mengakuisisi lahan baru seluas 500 hektare.

Rinciannya, tanah seluas 400 hektare ada di Samarinda akan dibidik perusahaan. Sementara sisanya, seluas 100 hektare ada di Surabaya.

Hermawan Widjaya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE mengungkapkan, jika proses akuisisi usai, maka lahan itu akan digunakan untuk pembangunan kawasan komersial, industri, dan perumahan.

"Jadi, kami akan terus berekspansi dengan menyebar titik bisnis ke luar Jakarta," imbuhnya di sela - sela kegiatan Investor Day, Selasa (1/5).

Lebih jauh Hermawan menjelaskan, sumber dana akuisisi dua lahan itu sudah ada di dalam alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan. BSDE memiliki capex Rp 9 triliun hingga tiga tahun mendatang.

"Tahun ini, kami gunakan Rp 3 triliun dulu. Sumber capex berasal dari kas internal kami," pungkas Hermawan.

Catatan saja, BSDE merupakan salah satu perusahaan pengembang properti terbesar. Satu wilayah milik BSDE yang paling dikenal publik mungkin saja kawasan BSD City. Di lokasi itu, BSDE memiliki 6.000 hektare lahan.

Dari tanah seluas itu, baru 1.000 hektare yang digunakan. BSDE juga berencana menjual tanah seluas 150 hektare di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×