Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka peluang mengadopsi inovasi karya pelajar yang dinilai layak untuk diterapkan dalam operasional perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan konsep program Toyota Eco Youth (TEY) yang kini lebih menitikberatkan pada implementasi dibanding sekadar kompetisi ide.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya mengatakan, penyelenggaraan Toyota Eco Youth ke-14 difokuskan agar inovasi peserta tidak berhenti sebagai proposal, melainkan dapat diwujudkan dan memberi manfaat nyata.
"Yang paling penting bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi bagaimana peserta bisa berkontribusi. Harapannya inovasi yang lahir benar-benar nyata, konkret, dan bisa dirasakan manfaatnya," ujar Nyoman saat peluncuran Toyota Eco Youth ke-14 di Sentul, Bogor, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Toyota Optimistis Penjualan Mobil Akan Membaik pada Semester II
Menurut Nyoman, Toyota akan mendampingi peserta mulai dari proses seleksi hingga implementasi proyek. Bahkan, perusahaan membuka peluang memanfaatkan inovasi tersebut apabila sesuai dengan kebutuhan operasional.
"Kalau memang bisa kita implementasikan di Toyota, tentu akan kita implementasikan," katanya.
Salah satu inovasi yang menjadi contoh adalah Bioghum, karya siswa SMA Negeri Bali Mandara, Bali. Proyek tersebut mengolah limbah sorgum menjadi bio-briket dan bioetanol yang dinilai memiliki potensi mendukung pengembangan energi terbarukan.
Baca Juga: Pemerintah RI dan Toyota Jajaki Investasi Pabrik Bioetanol di Lampung
Perubahan konsep tersebut menjadi pembeda Toyota Eco Youth tahun ini. Program yang sebelumnya berfokus pada kompetisi proposal kini menitikberatkan pada pendampingan agar inovasi peserta dapat berkembang menjadi solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Sebanyak 25 proposal terbaik akan mengikuti proses mentoring, pengembangan proyek, kunjungan lapangan, hingga presentasi akhir.
Toyota Eco Youth telah diselenggarakan sejak 2005. Hingga kini program tersebut melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi, menghasilkan 9.972 proposal inovasi lingkungan, mengimplementasikan 232 proyek, serta membangun 32 Eco Gallery sebagai sarana edukasi lingkungan di sekolah.
Baca Juga: Toyota Yakin GIIAS 2026 Mampu Rangsang Pemulihan Pasar Otomotif Nasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
