kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Bulog: Impor beras kemungkinan 300.000 ton


Jumat, 08 Oktober 2010 / 15:14 WIB
Bulog: Impor beras kemungkinan 300.000 ton
ILUSTRASI. Tekstil - pembuatan kain tenun


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Direktur Utama Perum Bulog Soetarto Ali Moeso menghitung, impor beras kemungkinan mencapai 300.000 ton jika pedoman stok beras hanya mencapai 1,2 juta ton. Hanya, hingga akhir tahun nanti jumlah impor beras tersebut bisa bertambah.

“Sekarang 300 ribu ton, kalau nanti bisa berkembang,” kata Soetarto di Jakarta, Jumat (8/10).

Menurut Soetarto, sumber pasokan beras impor itu kemungkinan berasal dari Vietnam dan Thailand; dua negara yang baru-baru ini ia kunjungi untuk negosiasi pembelian. Ia menegaskan, Indonesia dan Vietnam maupun Thailand sudah memiliki kerja sama untuk pengadaan beras bagi Indonesia.

Sayangnya, ia masih bungkam mengenai besarnya komitmen negosiasi volume impor beras yang dilakukan dengan Vietnam maupun Thailand tersebut. “Berapa impornya nanti akan diumumkan minggu depan,” kata mantan pejabat di Kementerian Pertanian itu.

Soetarto berharap, keputusan impor beras tersebut tidak menganggu petani di Indonesia. Pasalnya, impor beras memang akan berdampak psikologi pada harga beras di dalam negeri. “Walaupun impor dengan jumlah berapapun, tetapi Bulog akan tetap menyerap produksi petani,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×