kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.891   9,00   0,05%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Stok beras hingga akhir tahun masih aman


Jumat, 24 September 2010 / 17:00 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Subagyo menegaskan, opsi impor beras akan dilakukan bila di dalam negeri kekurangan stok beras. Namun, sampai akhir tahun 2010 ini, kondisi beras di dalam negeri mencukupi, bahkan surplus.

“Opsi impor itu bisa dilakukan jika ada stok yang kurang dan ada pedomannya,” kata Subagyo usai melaksanakan shalat Jumat di Jakarta, (24/9). Menurutnya, masalah beras harus diatasi dulu dengan menaikan produksi atau meningkatkan produksi sebelum ada opsi lain, termasuk impor.

Subagyo menghitung, stok beras nasional yang ada di gudang Bulog mencukupi hingga akhir 2010. Lebih dari sekadar cukup, suplai beras ini surplus. Hanya saja, mengingat adanya perubahan iklim yang tidak menentu, impor beras bisa menjadi pertimbangan.

Toh, keputusan impor beras tidak akan sembarangan dilakukan pemerintah. Meski pemerintah sudah merilis izin impor, namun keputusan impor tetap harus mendapatkan persetujuan dari instansi lainnya yang terkait; terutama Kementerian Pertanian.

Asal tahu saja, Bulog diperkenankan mengimpor beras hingga 10% dari total kebutuhan nasional atau sekitar 3,2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×