kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bulog sebar 900 ton bibit bawang impor


Kamis, 18 Agustus 2016 / 10:29 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. hanya harga bawang merah konsumsi yang meroket tinggi. Harga benih bawang merah juga stabil tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan akan makin mendorong kenaikan harga bawang merah lantaran 50% biaya produksi bawang merah berasal dari benih.

Untuk itu, Perum Bulog telah menggelontorkan 900 ton benih bawang impor asal Vietnam dan Filipina ke petani. Ermin Tora, Kepala Divisi Penjualan Perum Bulog mengatakan, impor benih bawang merah sudah dilakukan sejak awal Juni 2016 hingga Oktober 2016.

Bulog mendapat izin impor benih sebanyak 1.500 ton. Perinciannya 1.000 ton dari Vietnam dan 500 ton dari Filipina. "Saat ini yang sudah masuk 700 ton dari Vietnam dan 200 ton dari Filipina," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (17/8).

Ermin menjelaskan benih bawang merah ini dijual ke petani seharga Rp 30.000 per kg, di bawah harga benih bawang lokal yang sebesar Rp 45.000 per kg. Bulog telah mendistribusikan ke sejumlah sentra di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan Mataram, Nusa Tenggara Barat.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×