kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Bulog usul impor untuk redam kenaikan harga, APTRI: Stok gula masih cukup


Senin, 24 Februari 2020 / 21:24 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memperlihatkan produksi gula di PTPN XI Pabrik Gula (PG) Panji, Situbondo, Jawa Timur.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Herlina Kartika Dewi

"Jadi, stok awal tahun 2020 ada sebanyak 1,350 juta ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan di bulan Januari-Mei 2020, karena kebutuhan gula konsumsi per bulan rata-rata hanya 230.000 ton secara nasional. Jadi 5 bulan kira-kira butuh 1,150 juta ton," jelasnya.

Lebih lanjut, Nur mengungkapkan sudah jadi kebiasaan apabila menjelang musim panen atau giling tebu, harga gula selalu mengalami kenaikan. Cara ini, kata Nur, memang sengaja dilakukan agar pemerintah dapat melakukan impor gula.

Musim giling akan segera dimulai pada bulan Maret atau April untuk wilayah Sumatra, dan pada bulan Mei untuk pulau Jawa.

Baca Juga: Permintaan impor gula kristal putih (GKP) Bulog akan dibahas lewat rakor

Nur juga mengungkapkan bahwa pada saat musim giling tahun 2019 lalu, Bulog tidak membeli gula dari para petani. Jadi, menurut Nur, permintaan Bulog untuk melakukan impor dinilai kurang tepat.

"Ke mana Bulog saat petani membutuhkan untuk membeli gula tani? Karena pada saat awal sampai puncak musim giling tahun 2019 lalu pun, gula tani hanya laku Rp 10.000-Rp 10.500/kg," kata Nur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×