kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.841   -78,00   -0,46%
  • IDX 8.010   74,26   0,94%
  • KOMPAS100 1.128   11,66   1,04%
  • LQ45 819   3,20   0,39%
  • ISSI 283   5,42   1,95%
  • IDX30 426   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 512   -2,79   -0,54%
  • IDX80 126   1,18   0,94%
  • IDXV30 139   0,14   0,10%
  • IDXQ30 138   -0,60   -0,44%

BUMN dapat tambahan jatah di proyek Double Track


Rabu, 29 Juli 2015 / 12:10 WIB
BUMN dapat tambahan jatah di proyek Double Track


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sejumlah perusahaan konstruksi plat merah baru saja mengantongi tambahan kontrak pekerjaan dua jalur rel kereta api ganda atau double-double track (DDT) paket A, rute Manggarai–Jatinegara dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Proyek senilai Rp 2,3 triliun ini dimenangkan lima konsorsium.

Pemenang lelang ini bakal menggarap mulai dari pekerjaan sipil, pembangunan rel, gedung, fasilitas operasi hingga supervisi pekerjaan. "Untuk porsi PT Wijaya Karya Tbk  (WIKA) adalah pekerjaan rel senilai Rp 363,27 miliar,” ungkap Suradi Wongso Suwarno, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya kepada KONTAN, Selasa (28/7).

Pekerjaan ini akan mulai digarap awal Agustus 2015. Ia memperkirakan proyek ini akan selesai sekitar 30 bulan. Ini bukan proyek pertama WIKA. Sebelumnya, perusahaan ini juga  sudah menggarap jalur rel Yogyakarta–Kroya, Cikampek–Jatinegara serta Depo Depok.

Berkat tambahan kontrak yang diteken 28 Juli 2015, WIKA sudah mengantongi kontrak baru Rp 10,7 triliun. Hasil ini memang baru 33,82% dari target kontrak baru Rp 31,64 triliun di 2015.

Sementara, PT Adhi Karya Tbk yang berkonsorsium  dengan PT Giwin Inti mendapatkan pekerjaan pembangunan gedung stasiun senilai Rp 493,69 miliar. Menurut Kiswodarmawan, Direktur Utama Adhi Karya, pihaknya mendapat porsi 70% atau Rp 345,58 miliar. "Dengan ini kontrak baru kami sudah mencapai Rp 6,4 triliun," terangnya.

Perusahaan konstruksi lain yang menuai berkah proyek infrastruktur pemerintah adalah konsorsium PT Hutama Karya. Bersama PT Modern Surya Jaya dan PT Mitra Engineering Grup, Hutama Karya mengantongi kontrak pekerjaan sipil senilai Rp 1 triliun. Dalam konsorsium ini Hutama Karya memegang porsi mayoritas sebesar 41%.

Selain itu, PT LEN Railways Systems mendapat order merampungkan pembangunan fasilitas operasi senilai Rp 382,91 miliar. Sedangkan PT Yodya Karya Persero dan konsorsiumnya mendapat pekerjaan supervisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×