kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.732   -126,73   -1,85%
  • KOMPAS100 895   -20,28   -2,22%
  • LQ45 659   -11,16   -1,67%
  • ISSI 243   -4,50   -1,82%
  • IDX30 372   -5,18   -1,37%
  • IDXHIDIV20 456   -5,33   -1,15%
  • IDX80 102   -1,96   -1,88%
  • IDXV30 130   -1,76   -1,33%
  • IDXQ30 119   -1,17   -0,97%

BUMN: Sarinah jangan jadi Ramayana


Kamis, 26 Juli 2012 / 13:24 WIB
ILUSTRASI. Hasil Euro 2020 Swedia vs Ukraina: Tekuk The Blagult 1-2, Yellow Blue torehkan rekor


Reporter: Nur Ramdhansyah A | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta jajaran direksi PT Sarinah (Persero) untuk membangun Sarinah menjadi pusat perbelanjaan modern.

Parikesit Suprapto, Deputi Bidang Usaha dan Jasa Kementerian BUMN menyatakan, Sarinah nantinya tidak hanya menekuni bisnis departement store, tetapi juga fokus menggarap bisnis properti.

"Makanya kami pilih salah satu direksi yakni bu Rini Wulandari (Direktur Operasional). Soalnya dia pernah bekerja di Wika realty sebagai agen properti," katanya di Jakarta, Kamis (26/7).

Parikesit mengaku miris melihat perkembangan bisnis yang dilakukan Sarinah. Padahal, kata dia, Sarinah menjadi tempat bergantungnya banyak UKM yang ikut Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) instansi BUMN.

"Bagaimana mau berkembang. Sekarang ini saja, Sarinah sama persis dengan Ramayana (Departement store). Pokoknya harus dikembangkan lagi, saya tidak mau tahu," tandasnya.

Secara terpisah, Direktur Operasi Sarinah yang baru, Rini Wulandari mengaku optimistis dengan prospek pengembangan bisnis properti perusahaan pelat merah tersebut.

Rini berjanji, akan membangun kawasan bisnis Sarinah saat ini menjadi kawasan properti premium di Jakarta. "Kami memiliki tempat strategis, tempat banyak orang kaya, harusnya bisa dimanfaatkan. Dan juga menjadi tempat membeli craft para turis," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×