kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Cabai kering impor mulai beredar di pasar


Jumat, 24 Februari 2017 / 19:58 WIB


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Tingginya harga cabai rawit masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini. Di beberapa wilayah, harga cabai rawit merah masih di atas Rp 100.000 per kilogram (kg). Misalnya, harga cabai rawit di Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Palmerah masih bertengger di level Rp 150.000 per kg.

Belakangan ini, marak info beredarnya cabai impor di sejumlah kota di Jawa Timur, seperti Blitar, Tulungagung, dan Mojokerto. Berdasarkan pengamatan KONTAN, cabai kering merah asal China juga mulai beredar di Pasar Jatinegara.

"Saya dapat info cabai kering impor ini dari sesama pedagang. Biasanya impor banyak yang dari China. Mereka ambil di Pasar Induk Kramat Jati," ujar Ari, pedagang di Pasar Jatinegara. Ia mengatakan, cabai merah kering tersebut dijual per ons dalam kemasan plastik kecil. Harganya Rp 7.000 per ons.

Ari menuturkan, cabai kering impor ini mulai banyak dicari oleh pedagang makanan untuk campuran. "Cabai rawit kan lagi mahal. Pada bilang kalau buat campuran aja. Harganya juga lumayan murah," katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mengatakan,  pihaknya sudah mengetahui soal beredarnya cabai kering impor ini di pasaran. "Kalau cabai kering memang diatur bebas. Jadi tidak ada kuota karena masyarakat pun lebih suka cabai segar," ujarnya, Jumat (24/2)

Ia menjelaskan, untuk impor cabai segar, Kementerian Perdagangan tidak mengeluarkan izin impor. "Kalau mau jual cabai kering impor ya terserah. Menurut saya legal saja," tuturnya.

Meskipun mulai banyak pedagang makanan yang mencari cabai kering impor sebagai campuran, Oke mengatakan, hal tersebut tidak memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat memang lebih memilih cabai segar. "Kalau ternyata masyarakat lebih memilih cabai kering. Petani bisa mulai ikut mengeringkan cabai," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×