kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Cabai kering impor mulai beredar di pasar


Jumat, 24 Februari 2017 / 19:58 WIB
Cabai kering impor mulai beredar di pasar


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Tingginya harga cabai rawit masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini. Di beberapa wilayah, harga cabai rawit merah masih di atas Rp 100.000 per kilogram (kg). Misalnya, harga cabai rawit di Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Palmerah masih bertengger di level Rp 150.000 per kg.

Belakangan ini, marak info beredarnya cabai impor di sejumlah kota di Jawa Timur, seperti Blitar, Tulungagung, dan Mojokerto. Berdasarkan pengamatan KONTAN, cabai kering merah asal China juga mulai beredar di Pasar Jatinegara.

"Saya dapat info cabai kering impor ini dari sesama pedagang. Biasanya impor banyak yang dari China. Mereka ambil di Pasar Induk Kramat Jati," ujar Ari, pedagang di Pasar Jatinegara. Ia mengatakan, cabai merah kering tersebut dijual per ons dalam kemasan plastik kecil. Harganya Rp 7.000 per ons.

Ari menuturkan, cabai kering impor ini mulai banyak dicari oleh pedagang makanan untuk campuran. "Cabai rawit kan lagi mahal. Pada bilang kalau buat campuran aja. Harganya juga lumayan murah," katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mengatakan,  pihaknya sudah mengetahui soal beredarnya cabai kering impor ini di pasaran. "Kalau cabai kering memang diatur bebas. Jadi tidak ada kuota karena masyarakat pun lebih suka cabai segar," ujarnya, Jumat (24/2)

Ia menjelaskan, untuk impor cabai segar, Kementerian Perdagangan tidak mengeluarkan izin impor. "Kalau mau jual cabai kering impor ya terserah. Menurut saya legal saja," tuturnya.

Meskipun mulai banyak pedagang makanan yang mencari cabai kering impor sebagai campuran, Oke mengatakan, hal tersebut tidak memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat memang lebih memilih cabai segar. "Kalau ternyata masyarakat lebih memilih cabai kering. Petani bisa mulai ikut mengeringkan cabai," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×