kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.073   70,00   0,41%
  • IDX 6.961   -65,48   -0,93%
  • KOMPAS100 961   -10,41   -1,07%
  • LQ45 704   -10,48   -1,47%
  • ISSI 250   -1,66   -0,66%
  • IDX30 387   -1,45   -0,37%
  • IDXHIDIV20 481   -1,41   -0,29%
  • IDX80 108   -1,34   -1,22%
  • IDXV30 133   -0,69   -0,52%
  • IDXQ30 126   -0,72   -0,57%

Cadangan Bijih Nikel Merdeka Battery (MBMA) Naik 48% Jadi 578,8 Juta Wet Metric Ton


Senin, 06 April 2026 / 09:47 WIB
Cadangan Bijih Nikel Merdeka Battery (MBMA) Naik 48% Jadi 578,8 Juta Wet Metric Ton
ILUSTRASI. Tambang Grup Merdeka (MDKA dan MBMA) (Dok/Grup Merdeka)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan Consolidated Mineral Resources and Ore Reserves Statement per 31 Desember 2025. Laporan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam Mineral Resources (Sumber Daya Mineral) dan Ore Reserves (Cadangan Bijih).

Total ore reserves MBMA di tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) meningkat menjadi 578,8 juta wet metric tonnes (wmt) atau 358,2 juta dry metric tonnes dengan kadar nikel 1,23%, kandungan 4,4 juta ton nikel. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 48% secara tahunan.

Sementara itu, mineral resources SCM tercatat mencapai 1.549,3 juta wmt (1,54 miliar wmt) atau 958,9 juta dry tonnes dengan kandungan sekitar 11,8 juta ton nikel. Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Oetomo mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan keberhasilan eksplorasi lanjutan, pembaruan model geologi, serta optimalisasi perencanaan tambang.

Baca Juga: Merdeka Copper (MDKA) Catat Lonjakan Cadangan di Tambang Emas, Tembaga, Perak & Nikel

“Peningkatan cadangan ini menunjukkan kekuatan aset kami dan konsistensi eksekusi di lapangan. Dengan fondasi sumber daya yang semakin solid, kami berada pada posisi yang lebih kuat untuk menjaga keberlanjutan operasi dan menciptakan nilai jangka panjang,” kata Teddy melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (6/4/2026).

Basis cadangan yang lebih kuat ini memberikan kepastian pasokan bijih nikel untuk mendukung keberlanjutan operasi tambang dan fasilitas pengolahan hilir MBMA, termasuk smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).

Teddy menambahkan bahwa untuk tahun 2026, MBMA menargetkan produksi bijih saprolit antara 8 juta – 10 juta wmt, sedangkan bijih limonit berkisar antara 20 juta – 25 juta wmt. MBMA juga menargetkan untuk mencapai swasembada bijih saprolit sepenuhnya untuk pabrik peleburan RKEF-nya pada tahun 2026.

Menurut Teddy, hal ini semakin memperkuat strategi integrasi MBMA di sepanjang rantai nilai baterai kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional dan efisiensi jangka panjang. "Ke depan, MBMA akan terus mendorong eksplorasi dan konversi sumber daya menjadi cadangan, guna memperpanjang umur tambang dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan," tutup Teddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×