kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Cangkang sawit berpotensi ekspor


Kamis, 03 Mei 2018 / 13:31 WIB
Diskusi panel nasional APCASI


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cangkang sawit yang selama ini menjadi limbah produksi dapat dimanfaatkan sebagai biomassa. Bahkan, cangkang sawit tersebut berpotensi untuk ekspor.

Pasalnya Indonesia merupakan produsen terbesar kelapa sawit terbesar dunia dengan luas lahan 14 juta hektare (ha). "Produksi cangkang besar dapat dimanfaatkan untuk ekspor bioenergi," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud saat membuka diskusi panel nasional Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI), Kamis (3/5).

Meski begitu besaran ekspor cangkang Indonesia belum besar. Padahal kebutuhan cangkang sawit sebagai biomassa pembangkit listrik masih bertumbuh.

Selain untuk ekspor, cangkang sawit pun dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri. Musdhalifah bilang, cangkang sawit yang diolah dapat dijadikan sebagai bahan pakan ternak.

Pengolahan kelapa sawit pun menjadi fokus bagi pemerintah saat ini. "Saat ini industri hilir sudah meningkat sebesar 154 industri hilir kelapa sawit," terang Musdhalifah.

Permintaan APCASI mengenai penurunan pajak pun sampai saat ini belum menjadi pembahasan. Selain pajak ekspor, ekspor cangkang sawit pun dikenai pungutan dana perkebunan sebesar US$ 10 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×